RSS

Variable Band Pass Filter

12 Nov

Speaker untuk public address seringkali hanya memiliki frekuensi respon terbatas pada daerah mid saja. Contohnya speaker corong yang biasa digunakan di masjid. Jika ada frekuensi rendah atau frekuensi tinggi diluar jangkauan speakernya umumnya akan menambah cacat suaranya. Untuk itu frekuensi diluar jangkauan speaker tersebut harus dibuang. Rangkaian untuk membuang frekuensi rendah dan frekuensi tinggi dinamakan band pass filter.

Band pass filter yang saya rancang di sini, bisa diatur batas frekuensi rendah dan frekuensi tinggi (cut-off) yang akan dibuang. Rangkaiannya seperti ini.

bandpass-filter

IC1 adalah penguat non-inverting dengan gain 4,3x. Outputnya diumpankan ke IC2A sebagai low pass filter yang frekuensi cut-off nya diatur oleh R12, yaitu sebesar 1,8kHz sampai 9,8kHz. Rangkaian ini membuang frekuensi tinggi yang tidak diperlukan. Kemudian outputnya dimasukkan ke IC2B sebagai high pass filter yang frekuensi cut-off nya diatur oleh R14, yaitu sebesar 135Hz sampai 920Hz. Rangkaian ini membuang frekuensi rendah yang tidak diperlukan.

R16 untuk mengatur volume. IC2C dan IC2D sebagai buffer yang memiliki output berbeda fase 180 derajat. Jika digunakan untuk speaker impedansi rendah (kurang dari 16 Ohm), maka cukup dipakai salah satu output dari IC2C atau IC2D. Kalau dipakai untuk speaker impedansi tinggi yang mengikuti standard 70V atau 100V line distribution, kedua output IC2C dan IC2D bisa digunakan untuk membuat amplifier BTL (Bridge Tie Load) sehingga output amplifier tidak perlu trafo matching.

Power supply memakai tegangan simetris 15VDC yang teregulasi.

Jika tidak mau bersusah payah membuat layout PCB nya sendiri, maka PCB bisa dibeli di sini: https://www.tokopedia.com/dadesign/pcb-dad-bpf-v01

 

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2016 in Audio, Uncategorized

 

6 responses to “Variable Band Pass Filter

  1. nugroho

    9 Desember 2016 at 12:52

    penyesuaian/penyetelan hpf bpf frekuensi ini seperti apa mas…misal untuk pemakaian horn atau speaker coloum apa perlu 2 kit ini?

     
    • anistardi

      9 Desember 2016 at 13:06

      Umumnya speaker untuk public address (pengumuman/pidato) seperti horn dan coloumn memiliki frekuensi respon terbatas. Dan jika dipaksa diberi sinyal di luar frekuensinya akan meningkatkan cacatnya. Sehingga sebaiknya sinyal yg masuk ke speaker tersebut dibatasi frekuensi responnya sesuai dgn frekuensi respon speaker tsb.

       
  2. Bimopanggih

    27 Desember 2016 at 14:07

    Salam p. Anis. Salut untuk kemampuan, kreatifitas dan sharing ilmunya, pak.
    Ijin bertanya. Bolehkah seseorang memproduksi hasil karya/design dari p.Anis secara free/gratis? Ataukah ada semacam “royalty” yang harusnya didapatkan oleh designer?
    Mungkin sebaiknya p.Anis memberi batasan pada design/rancangan p.Anis. Atau mungkin memang disengaja ada 2 versi? (free dan komersiil?). Terimakasih, pak.
    Salam,
    Eri-Sda.

     
    • anistardi

      27 Desember 2016 at 19:56

      Rancangan yang saya share skematiknya boleh diproduksi secara bebas dengan syarat mencantumkan nama saya. Misalnya: Skematik oleh Anistardi, jika layout PCBnya juga dari saya harus dicantumkan juga, misalnya: Layout PCB oleh Anistardi.

       
  3. Blackboxer

    6 Februari 2017 at 16:53

    Ko minta kontak donk…!!! Lewat email atau disini saja…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: