RSS

Amplifier Perkutut-Pro

02 Feb

Masih banyak orang ingin merakit amplifier murah dengan daya yang relatif tinggi. Namun sayangnya saya belum menemukan rancangan amplifier yang sederhana, murah, dan berkualitas cukup baik. Masih banyak kit amplifier yang dirancang secara asal sehingga THD pada frekuensi tinggi sangat tinggi. Bagi yang pernah merakit amplifier gainclone seperti LM1875, LM3886, atau semacamnya mungkin tidak sanggup untuk mendengarkan kit amplifier transistor daya tinggi yang umum dijual di toko-toko, berlama-lama.

Rancangan amplifier saya yang sederhana seperti Emprit, AKSA 55 clone, Perkutut, tidak bisa dimodifikasi secara sederhana untuk menghasilkan daya tinggi namun kualitas suaranya tetap sama. Apalagi kali ini saya ingin memakai transistor yang mudah dicari di toko-toko. Pemakaian transistor yang mudah didapat tersebut tidak optimal dan makin menurunkan kualitas suara yang dihasilkan.

Setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya memutuskan untuk memakai topologi Perkutut dengan modifikasi bagian VAS dengan memakai Hawksford cascode. Ini bisa menurunkan THD secara signifikan. Agar THD tidak berubah terlalu besar pada beban impedansi rendah, saya memutuskan untuk memakai output triple emitter follower (TEF). Amplifier ini saya namakan Perkutut-Pro dan hanya bisa dibebani dengan impedansi paling kecil sebesar 4 Ohm. Power supply bisa dari +-63VDC sampai +-77VDC.

Big-big Perkutut sch

Bagian input terdiri dari transistor Q1 dan Q2 yang difungsikan sebagai penguat diferensial atau LTP (Long Tailed Pair). Karena tidak memakai cermin arus maka DC Offset sulit menjadi kecil dengan pemakaian nilai resistor yang standard. Untuk itu diperlukan pengaturan DC Offset yaitu dengan R8. Q1 dan Q2 perlu ditempelkan dan diikat agar DC Offset stabil terhadap suhu.

Untuk bagian VAS (Voltage Amplification Stage), memakai Hawksford cascode, yaitu Q3, Q4, dan LED1. LED1 harus led warna hijau, yang memaksa tegangan kolektor-emitor Q4 tetap. Ini mengakibatkan berkurangnya efek Early Voltage.  Q3 bisa diganti dengan transistor video yang memiliki Cob kecil, namun sulit dicari di toko-toko. Penggunaan VAS seperti ini akan menurunkan THD secara signifikan, seperti pada amplifier Blameless 1200 dan Elang Amplifier rancangan saya.

Bagian output memakai triple emitter follower (TEF), sehingga input impedansinya tinggi dan mengurangi cacat pada bagian VAS. Namun sayangnya TEF ini mudah berosilasi kalau rancangannya tidak benar dan perancangan arus biasnya juga sulit untuk presisi. Ada beberapa cara kompensasi TEF, bisa pada transistor pre-driver-nya atau pada transistor driver-nya. Saya lebih suka memakai kompensasi pada transistor drivernya karena tidak mempengaruhi slew rate secara signifikan.  Rangkaian kompensasi tersebut adalah R34, C19 dan R35, C20.

Untuk bias servonya sendiri memakai 2 transistor Q5 dan Q6. Q5 ditempelkan pada pendingin transistor driver Q11 dan Q12 yang berupa lembaran aluminium. Sedangkan Q6 ditempelkan pada pendingin transistor final. Arus bias diatur dengan R25 sebesar 30mA atau 6,6mV pada resistor 0,22Ohm 5watt.

Hasil Simulasi

Power Supply 77VDC
Phase Margin = 77 derajat
Gain Margin = 12 dB
THD pada 280W/8Ohm, 1kHz -> 0.006826%
THD pada 280W/8Ohm, 20kHz -> 0.009644%
Slew Rate = 58 V/uS
PSRR pada 1kHz -> 113 dB

Daya maksimal sekitar 560W rms pada 4 Ohm. Diperlukan trafo 55VAC CT 10A.

Power Supply 63VDC
Phase Margin = 76 derajat
Gain Margin = 11 dB
THD pada 182W/8Ohm, 1kHz -> 0.005477%
THD pada 182W/8Ohm, 20kHz -> 0.008397%
Slew Rate = 44 V/uS
PSRR pada 1kHz -> 112 dB

Daya maksimal sekitar 350W rms pada 4 Ohm. Diperlukan trafo 45VAC CT 10A.

Contoh Layout

Big-big Perkutut top


Big-big Perkutut bottom

 

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Februari 2016 in Audio

 

Tag: ,

16 responses to “Amplifier Perkutut-Pro

  1. hadi lare nkapack

    3 Februari 2016 at 08:30

    perbedaan-nya dg big perkutut versi 70vdc dg yg ini apa om? ???

     
    • anistardi

      3 Februari 2016 at 08:56

      Ini lebih sederhana. Cocok buat pemula yang ingin merakit amplifier dengan daya relatif besar.

       
  2. i4mfirman

    26 Maret 2016 at 15:13

    Om ini sudah tested ok om ?? Saya mau coba ni om

     
    • anistardi

      26 Maret 2016 at 15:21

      Sudah ditest sama orang lain.

       
      • i4mfirman

        26 Maret 2016 at 15:30

        Ok makasih banyak om saya mo coba yg ini

         
  3. suhardi

    17 April 2016 at 22:05

    suara nya bagus? saya skrg pake bell hrr3. pake stereo nya saja. bass kurang halus. treble kurang enak. mungkin saya terbiasa dgn ampli buatan pabrikan. pengin ampli kit yg suara nya lebih oke. baik di bass, maupun treble. padahal kabel saya sudah pake avionic. harga kit nya brp ini mas? thanks

     
    • anistardi

      18 April 2016 at 00:09

      Bagus atau tidak harus dicoba sendiri. Kalau hasil simulasi jelas lebih baik daripada kit amplifier pada umumnya. Tidak semua amplifier pabrikan bagus, ada kelas-kelasnya, dari kualitas rendah sampai tinggi. Bisalah dibandingkan dengan kelas menengah amplifier pabrikan. Untuk tipe ini saya belum menyediakan kit. Untuk versi komersial biasanya saya bedakan dengan versi gratisan yang dimuat pada blog saya.

       
      • suhardi

        28 April 2016 at 18:10

        sudah ada yg mencoba mengimplementasikan amplifier ini? seperti nya belum ada yg jual.

         
      • anistardi

        28 April 2016 at 18:14

        Setahu saya ada satu orang. Fotonya pernah diperlihatkan di timeline facebook nya. Katanya mid nya bagus.

         
      • suhardi

        30 April 2016 at 09:13

        ok mas, thanks atas info nya. kayak nya saya pake perkutut aja. sesuai dengan power supply yg saya punya 400va.

         
  4. Abinyu

    25 Mei 2016 at 16:20

    Salam kenal pak, minta saran.. Saya rencana mau buat amplifier untuk speaker ACR 18″x2, dan Saya tertarik dengan blamelles 1200. Apakah bisa disupplay 65VAC? Mungkin ada saran lain.. Terima kasih.

     
    • anistardi

      25 Mei 2016 at 16:29

      Tidak bisa. Harus ada yang dimodifikasi (banyak).

       
  5. prasdiy

    7 Juli 2016 at 23:36

    Hi Bimo,
    I have two questions regarding this amp.
    1. Can I use 4 pairs of o/p devices and whats the maximum supply voltage and maximum power for 4 ohm load.
    2. can All driver and bias circuit transistor be on main heat sink instead of extra aluminium plate. i.e. Q11, 12, 5 and 6 can they be mounted on main heatsink inline with output transistors.
    best regards

     
    • anistardi

      11 Juli 2016 at 14:03

      For 4 pairs 2SC5200, please use +-63VDC. The transistor drivers can not mount to the main heatsink without modification of bias circuit.

       
      • Prasdiy

        13 Juli 2016 at 17:09

        Hi Bimo,
        Thank you for your answer. What modification would be required for bias ckt. Could you calculate and provide the details ?I want to know this as I don’t want to make separate heat sink, as sub-woofer application will be difficult with separate heat sink due to vibrations.

         
  6. prasdiy

    8 Juli 2016 at 01:18

    Hi Bimo, I have two questions regarding this amp. 1. Can I use 4 pairs of o/p devices and whats the maximum supply voltage and maximum power for 4 ohm load. 2. can All driver and bias circuit transistor be on main heat sink instead of extra aluminium plate. i.e. Q11, 12, 5 and 6 can they be mounted on main heatsink inline with output transistors. best regards

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: