RSS

Belajar Merancang Audio Amplifier

14 Sep

Beberapa orang bertanya kepada saya, dimulai dari mana kalau ingin belajar merancang amplifier. Sebuah pertanyaan sederhana namun jawabannya sulit. Saya akan berusaha menjawabnya secara sederhana, yang mungkin akan membantu pemula yang ingin belajar merancang amplifier.

Apakah amplifier itu? Banyak orang bisa merakit amplifier, bahkan mengaku merancang amplifier tapi kalau ditanya apakah amplifier itu mungkin akan bingung. Amplifier berasal dari kata amplify yang artinya menguatkan. Jadi amplifier adalah alat untuk menguatkan sinyal listrik. Sinyal listrik itu memiliki tegangan dan arus. Jadi amplifier adalah alat untuk menguatkan tegangan dan/atau arus listrik tanpa merubah bentuk gelombangnya. Pada dunia audio, amplifier digunakan sebagai alat untuk menguatkan sinyal audio (sinyal listrik dengan frekuensi dari 20 Hz sampai 20kHz) lalu keluarannya dihubungkan ke speaker yang tugasnya mengubah sinyal audio menjadi sinyal suara (akustik).

Belajar Mendengar

Sebelum kita mulai belajar merancang audio amplifier kita harus belajar untuk menilai suatu sound system. Tujuan awal sound system yang digunakan di rumah adalah menghadirkan pertunjukkan musik unplugged (tanpa sound system) ke dalam rumah. Pertunjukkan musik unplugged direkam pada media tape, piringan hitam, MiniDisk, CD Audio, SACD, HDCD, DVD-Audio, dll dengan teknik tertentu agar jika diputar di ruangan akan memberi kesan pertunjukkan musik tersebut ada di dalam ruangan tersebut. Ini yang disebut high – fidelity (hi-fi).

Oleh karena itu kita harus sering mendatangi pertunjukkan musik unplugged agar mengenali suara alat-alat musik. Jadi kita bisa membedakan pertunjukkan musik unplugged dengan rekaman musik yang diputar pada suatu ruangan. Bagaimana mungkin kita bisa menilai suara gitar, piano, drum, dan alat musik lainnya jika kita belum pernah mendengar suara alat musik tersebut secara langsung? Gitar akustik terdengar seperti gitar listrik tidak akan menjadi masalah bagi kita, asal suaranya merdu, jika kita belum pernah mendengar suara gitar.

Acuan (referensi) suara itu penting. Tanpa acuan kita tidak bisa menilai suara sound system tersebut BENAR atau tidak. Kita hanya menilai suaranya MERDU atau tidak. Suara merdu bagi setiap orang berbeda-beda. Tapi orang normal bisa membedakan suara alat-alat musik. Jadi penilaian sound system itu dengan MEMBANDINGKAN hasil keluaran dengan sebuah acuan.

Belajar Mengukur

Engineer audio dari dulu sampai sekarang berusaha mendefinisikan spesifikasi amplifier yang baik itu seperti apa dan bagaiman cara pengukurannya. Berawal dari fungsinya yang hanya menguatkan tanpa merubah bentuknya, menambahkan atau mengurangi, maka spesifikasi amplifier tersebut antara lain:

  1. Total Harmonic Distortion (THD).
  2. Intermodulation Distortion (IMD).
  3. Slew rate atau bandwidth full power.
  4. Signal To Noise Ratio (S/N R).
  5. Impedansi input.
  6. Impedansi output atau bisa juga dinyatakan sebagai damping factor.
  7. Gain (besarnya penguatan) atau bisa dinyatakan sebagai sensitivitas input.
  8. Power Supply Rejection Ratio (PSRR).

Dengan mengetahui cara-cara pengukuran tersebut, perancangan amplifier akan lebih cepat dan tidak hanya sekedar coba-coba. Yang paling penting adalah mencari hubungan antara yang terukur dengan yang terdengar.

Tehnologi pengukuran akan terus berkembang seiring dengan perkembangan tehnologi komponen elektronik dan pemahaman tentang amplifier.

Belajar Teori Elektronika

Ini sering dilupakan banyak orang. Bagaimana mungkin merancang amplifier yang baik tanpa belajar teori elektronika? Tidak tahu apa itu tegangan, arus, impedansi, daya dan hukum yang mengatur hubungan antara mereka. Tidak tahu cara kerja komponen-komponen elektronik. Ini seperti orang ingin menjadi dokter tapi tidak mau kuliah di fakultas kedokteran, sehingga jadinya dukun. Untunglah perancangan amplifier tidak secara langsung berhubungan dengan manusia sebagai obyeknya. Jadi dengan cara coba-coba tidak menjadi masalah. Tapi memang orang Indonesia masih banyak yang mempercayai dukun dibandingkan dokter. Demikian juga masih banyak mempercayai dukun elektro daripada engineer elektro.

Elektronika itu dasarnya dari ilmu Fisika. Ilmu pasti atau sains yang segala sesuatunya bisa diukur dan dibuktikan. Namun karena elektronika adalah ilmu terapan (teknik) maka dibutuhkan kreativitas.

Perbandingan Produk

Pada akhirnya kita ingin menilai kemampuan kita saat ini. Untuk itu kita harus membandingkan rancangan kita dengan amplifier – amplifier lainnya. Jangan sampai kita merancang amplifier asal bunyi lalu puas dan mengklaim sebagai amplifier terbaik di dunia.

Di daerah-daerah, sulit sekali mendapatkan toko-toko yang menjual amplifier kualitas tinggi. Selain harganya sangat mahal. merknya jarang dikenal oleh orang awam, misalnya Mark Levinson, Marantz, Accuphase, Krell, dan sebagainya. Ditambah lagi kit-kit amplifier yang dijual di toko-toko elektronik umumnya berkualitas rendah. Maka saya sarankan untuk membuat amplifier yang sederhana dan kualitasnya cukup bagus yaitu memakai IC LM1875. Beberapa teman saya menjual kit LM1875 ini. Pastikan untuk mendapatkan kit yang baik, karena layout PCB dan komponen yang dipakai berpengaruh terhadap kualitasnya. Amplifier ini bisa dijadikan referensi.

Penutup

Belajar merancang amplifier itu tidak mudah. Butuh waktu lama dan biaya yang besar. Namun tidak berarti keterbatasan kita akan menghambatnya. Mulailah dari yang sederhana dan apa yang kita bisa. Kalau saat ini kita bisanya membuat amplifier asal bunyi, tidak apa-apa. Seiring dengan waktu, kalau belajar pasti kemampuan kita akan meningkat.

Saran saya, sebelum investasi ke alat ukur yang mahal lebih baik investasi pada speaker yang berkualitas baik. Karena sebaik apapun amplifiernya, akan terdengar tidak benar pada speaker yang jelek.

Selain teori elektronika perlu juga dipelajari dasar-dasar ilmu akustik.

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 14 September 2015 in Uncategorized

 

8 responses to “Belajar Merancang Audio Amplifier

  1. vx.red

    23 September 2015 at 20:27

    selamat pak Anistardi, gara2 saya sering baca blognya pak Anis, Saya jg mngikuti thread pak anis di solfegio dan Diy indonesia facebook. malah saya termotivasi dan saya jd smangat ingin blajar elektronik . Saya mulai belajar elektronik dasar biar gak harus melalui bangku sekolah. saya mulai dengan baca elektro dasar di internet. makasih pak Anis

     
    • anistardi

      23 September 2015 at 21:04

      Yang semangat belajarnya. Asal ada kemauan pasti ada jalan. Insya Allah.

       
  2. vx.red

    25 September 2015 at 21:58

    maaf pak Anis klo beljar elektronik biar tertata, harus di mulai dari mana yak ? maaf pak banyak nanya

     
    • anistardi

      26 September 2015 at 07:33

      Pertama belajar pengertian tentang tegangan, arus, impedansi, daya, dan bagaimana cara pengukurannya. Kedua belajar tentang dasar-dasar rangkaian listrik, hukum Ohm, Kirchoff, Faraday, teorema Thevenin. Ketiga belajar cara kerja komponen semiconductor seperti dioda dan transistor. Keempat belajar simulasi dan kelima belajar membuat PCB.

       
      • vx.red

        26 September 2015 at 20:10

        oke thank’s atas jawaban pak Anis

         
  3. tommy mja

    25 September 2015 at 22:26

    trimakasih pk.anis atas ilmu yg di berikan moga berkah & tambh sukses

     
  4. Suroto

    3 Januari 2016 at 01:04

    Mksh ilmu yg pak Anis share di berbagai media sgt membantu saya ksusnya yg hanya paham stengah2 ttg teori. Oya utk simulasi rsncangan audio kt pakai alat apa ya pak? Adakah sofware2 yg mgkn bs di jadikan referensi? Mksh sblmnya. Salam elektro

     
    • anistardi

      3 Januari 2016 at 06:06

      Untuk simulasi saya biasa memakai LTSpice, tapi bisa juga memakai MultiSim, Tina, dan masih banyak lagi.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: