RSS

Emprit Amplifier

05 Sep

Akhir-akhir ini saya termotivasi untuk merancang amplifier yang sederhana dan memakai transistor yang relatif mudah didapatkan di toko-toko elektronik. Bisakah dalam keterbatasan tersebut dihasilkan rancangan amplifier yang baik?

Setelah Blameless 100 sukses diimplementasikan, sekarang saya merancang amplifier yang lebih sederhana dan dayanya lebih kecil. Cocok untuk percobaan buat rekan-rekan yang sedang mempelajari perancangan amplifier. Saya namakan Emprit amplifier. Skematiknya bisa dilihat di bawah ini.

Emprit sch

Amplifier ini memakai tegangan power supply sebesar +-21VDC atau +-25VDC. Nilai komponen dalam kurung untuk penggunaan power supply +-25VDC. Daya maksimal sekitar 20W rms pada 8 Ohm atau 30W rms pada 4 Ohm dengan power supply +-21VDC dan 32W ems pada 8 Ohm atau 50W rms pada 4 Ohm dengan power supply +-25VDC.

Rancangan ini sederhana seperti AKSA 55 dengan sedikit optimalisasi agar cacat harmonik ke-2 lebih dominan dengan  mempertahankan THD tetap rendah. Jadi dasar rancangannya hanya akan saya jelaskan perbedaannya.

Arus pada penguat diferensial (LTP) memakai resistor R7 dan R6. R6 gunanya untuk mengatur agar DC Offset minimal. Agar arus pada LTP stabil terhadap perubahan tegangan power supply, maka digunakan tegangan referensi LED yang noise-nya lebih kecil daripada dioda zener. LED1 sampai LED4 harus memakai LED warna biru yang memiliki tegangan maju 3,4V jadi tegangan referensinya 13,6V. Lalu kolektor Q2 di-fold back ke emitor Q3.

Karena transistor driver Q5 dan Q6 tidak memerlukan pendingin, maka transistor bias servo Q4 hanya perlu mengkompensasi transistor final Q7 dan Q8. Untuk mengurangi koefisien suhu Q4 digunakan dioda D1. Q4, Q7, dan Q8 harus ditempel pada pendingin yang sama agar arus biasnya stabil terhadap suhu. Transistor final bisa memakai 2SC4467 dan 2SA1694 yang disipasi dayanya lebih rendah (80W maks).

R32 adalah resistor 4.7 Ohm 1W yang diparalel dengan induktor 2uH.

Hasil simulasi

Power supply: +-21VDC
Phase Margin = 77 derajat
Gain Margin = 10 dB
THD pada 17W/8Ohm, 1kHz -> 0.006249%
THD pada 17W/8Ohm, 20kHz -> 0.008589%
Slew Rate = 62 V/uS
PSRR 1kHz -> 92 dB

Power supply: +-25VDC
Phase Margin = 77 derajat
Gain Margin = 10 dB
THD pada 25W/8Ohm, 1kHz -> 0.008204%
THD pada 25W/8Ohm, 20kHz -> 0.009733%
Slew Rate = 63 V/uS
PSRR 1kHz -> 92 dB

Layout PCB

Contoh rancangan PCB

Emprit top

Emprit bottom

Hasil Implementasi

Teman saya, De Yusman berhasil membuat amplifier ini. Review-nya ada di group Facebook “DIY Audio Indonesia”.

emprit

Dari beberapa teman yang sudah berhasil membuat amplifier ini, ada salah satu yang foto rakitannya menarik. Atas ijin yang punya, Agung Wahyudi, saya tampilkan fotonya di sini.

Emprit_Agung_Wahyudi

Update 1 Mei 2016

Beberapa orang yang membuat amplifier ini mencoba dengan transistor yang lebih baik yang mungkin agak susah didapatkan di toko-toko elektronik. Mereka mengklaim hasil yang lebih baik.

Transistor tersebut adalah:

2SC1815 diganti dengan 2SC1845

2SA1015 diganti dengan 2SA992

2N5551 diganti dengan MPSW42

2N5401 diganti dengan MPSW92

Selamat bereksperimen.

Iklan
 
17 Komentar

Ditulis oleh pada 5 September 2015 in Audio

 

Tag: ,

17 responses to “Emprit Amplifier

  1. Al

    3 Januari 2016 at 20:39

    Pak, saya tertarik bikin power ini, boleh minta skemanya? Saya download tpi gk jls gmbrnya.

     
    • anistardi

      3 Januari 2016 at 23:12

      Silakan download pakai komputer, lalu dicetak. Teman saya yang buat amplifier ini bisa melihat dengan jelas skemanya.

       
  2. bayu safta guna

    27 Januari 2016 at 09:58

    cara seting bias nya gimana mas?

     
    • anistardi

      27 Januari 2016 at 10:38

      Pakai multimeter digital dengan mengukur tegangan emitor Q7 (probe merah) dengan emitor Q8 (probe hitam). Jika multimeter nya tidak ada auto range, pakai range yang paling kecil. Putar trimpot R17 agar tegangan pada multimeter menunjukkan 50 mV sampai 52 mV. Sebaiknya saat mengatur bias, kedua inputnya dihubungsingkat.

       
  3. Arda

    4 Februari 2016 at 18:20

    Saya tertarik untuk mencoba membuat, sebelumnya saya pernah merakit ampli lm1875 karna gampang dengan hanya memakai sedikit komponen dan juga krna cukup pakai voltase kecil. Dan menurut beberapa info dr inet untuk merakit gainclone itu kualitas komponen sangat berpengaruh baik itu R atau C dan lainnya. apakah untuk ampli ini juga berpengaruh? Kalau semisal iya bagian manakah yang vital dan seberapa banyak pengaruhnya, mengingat harga komponen “yg g biasa tersebut” mahal (paling tidak untuk ukuran pemula seperti saya)
    Trimakasih……

     
    • anistardi

      4 Februari 2016 at 18:42

      Untuk pemilihan komponen silakan baca artikel ini: https://anistardi.wordpress.com/2014/08/19/resistor-dan-kapasitor/
      Panduan sederhanannya gunakan resistor metal film sedapat mungkin. Untuk capacitor dijalur sinyal yang nilainya dibawah 1nF gunakan ceramic NP0/COG atau silver mica, dan di atas 1nF gunakan tipe MKP. Untuk capacitor di power supply gunakan ceramic X7R. Komponen pasif yang paling sensitif di amplifier di bagian umpan balik dan input. Pastikan memakai komponen yang kualitas tinggi pada bagian tersebut.

       
  4. Waji

    24 Mei 2016 at 10:15

    Trimpot R6,cara/fungsinya gimana Pak

     
    • anistardi

      24 Mei 2016 at 11:04

      R6 untuk mengatur DC Offset.

       
      • Edi Kusnadi

        12 Juli 2016 at 03:23

        Bagaimana cara mengatur DC Offset Emprit Amp ini apakah sama dengan mengatur DC Ofset pada amplifier pada umumnya….?

         
      • anistardi

        12 Juli 2016 at 08:29

        Sudah dijelaskan pada artikel tersebut.

         
  5. qiething

    7 Agustus 2016 at 07:01

    Mas anis: Amplifier ini butuh trafo berapa ampere ya ? Bagus CT atau dual secondary..? Jika menggunakan psu model ini http://www.decdun.me.uk/gainclonesnub.html wort gak ya…

     
    • anistardi

      7 Agustus 2016 at 10:11

      Trafo 18V 3A untuk stereo. Dual secondary lebih bagus tapi butuh 2 dioda bridge.

       
      • natureboy

        12 Agustus 2017 at 08:16

        Mas Anis, melanjutkan komentar di atas, bagaimana pendapat mas tentang snubber circuit pada PSU board sebuah amplifier? Saya ingat kira-kira untuk mengatasi ripple pakai 3300uF per ampere, apakah benar mas? Jadi ini perlu ~10000uF ya. Lalu rating dioda yang dibutuhkan, apakah 200V 8A cukup mas? Terima kasih.

         
  6. willyboy

    15 Juni 2017 at 17:24

    Mas Anis, output sinyal (speaker) itu J3 sebagai positif dan J4 sebagai negatif, apakah benar? 25V+ dari PSU masuk J1, 25V- masuk J2, CT masuk mana ya Mas? Terima kasih banyak.

     
    • anistardi

      15 Juni 2017 at 17:44

      Speaker positif ke J3. Speaker negatif ke Ground power supply di pertemuan elco nya yang juga disambung ke J4.

       
  7. GenZet

    11 September 2017 at 17:20

    Mas anis, saya lihat amplifier ini spertinya cacat h2 lebih dominan, apakah cocok saya gunakan amplifier ini untuk gitar elektrik? apakah cocok memakai aksa55 untuk daya yang lebih besar? mengingat jika saya membuat amplifier tabung biayanya lebih mahal hehe. sekedar informasi, amplifier khusus gitar sepertinya speakernya roll off di sekitar 3-5khz. terima kasih.

     
    • anistardi

      5 Oktober 2017 at 11:43

      Iya. Secara simulasi cacat H2 nya lebih dominan. Kalau didengar mid-nya menjadi lebih warm atau lebih tebal. Kalau karakter tersebut yang dicari, silakan dipakai.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: