RSS

Subwoofer Controller

07 Jul

Untuk membuat sistem audio 2.1 atau subwoofer aktif diperlukan low pass filter untuk melewatkan frekuensi rendah dan membuang frekuensi tinggi. Karena sifat frekuensi rendah yang menyebar ke segala arah, maka rekaman musik frekuensi rendahnya bersifat mono, yaitu bagian kanan dan kiri sama. Sehingga hanya diperlukan satu subwoofer saja. Bisa saja subwoofer dibuat banyak, tapi tujuannya agar suara frekuensi rendah merata bukan untuk membedakan asal suara frekuensi rendah itu sendiri.

Rangkaian low pass filter ini sebaiknya frekuensi crossovernya bisa diatur agar frekuensi respon secara keseluruhan bisa rata dan bisa menyesuaikan dengan respon frekuensi speaker satelit yang digunakan. Rancangannya seperti ini.

Subwoofer controller

SL1 line input dan SL2 line output. IC1 sebagai pre-amp yang menguatkan tegangan sekitar 3X. Lalu outputnya dicampur sehingga menjadi mono. Kemudian sinyalnya masuk ke IC2A yang berfungsi sebagi subsonic filter, yaitu sinyal dengan frekuensi di bawah 20 Hz dibuang. Sinyal dengan frekuensi di bawah 20 Hz ini tidak bisa didengar dan seringkali menyebabkan cacat speaker subwoofer meningkat.

Kemudian sinyal dengan frekuensi di atas 290 Hz dibuang oleh IC2B, yang keluarannya diumpankan ke low pass filter yang frekuensi crossover-nya bisa diatur dari 35 Hz sampai 150 Hz dengan IC3A. Dengan adanya IC2B, slope atau kemiringan filter menjadi lebih tajam. IC2B dan IC3A difungsikan sebagai Butterworth filter orde dua.

Keluaran output filter di atas dimasukan ke pengatur fasa yang fasanya bisa diatur dari 0 sampai 180 derajat. Tujuannya agar suara subwaoofer sefasa dengan suara speaker satelitnya. Karena penempatan subwoofer yang seringkali tidak sejajar dengan speaker satelit sehingga diperlukan koreksi fasa. Lalu ditambahkan juga pengatur volume dengan R25. SL4 dihubungkan ke amplifier subwoofer. Daya amplifier subwoofer sebaiknya minimal 2x daya amplifier speaker satelitnya.

Layout PCB nya saya upload ke group facebook yang bernama “DIY Audio Indonesia” dan sudah dicoba oleh tiga orang.

Seorang teman di sosial media membuat video implementasi dari subwoofer controller ini. PCB nya diproduksi oleh Daniel Suroyo. Atas ijinnya saya muat video tersebut di sini: subwoofer controller.

Update 25 Februari 2016

Beberapa orang yang sudah mencoba rangkaian ini merasa penguatan tegangan IC1 kurang besar. Penguatan tegangan (gain) ditentukan oleh 1 + (R3/R7) atau 1 + R4/R9, yaitu sekitar 3X. Untuk menaikkan penguatan tegangannya nilai R7 dan nilai R9 bisa diganti nilainya dengan yang lebih kecil. Misalnya R7 dan R9 diganti dengan nilai 1K sehingga penguatan tegangannya menjadi 11X.

Iklan
 
28 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Juli 2015 in Audio

 

Tag:

28 responses to “Subwoofer Controller

  1. Windu Kurniawan

    8 Juli 2015 at 00:21

    Mengapa jarang sekali ditemui system 2.2. Jadi tiap chanel ada subwofernya. Mungkin karena alasan di atas, suara rendah cenderung menyebar? Tapi logikanya 2 subwoofer, chanel L dan R, nukannya lebih bagus separasi stereonya? Thx.

     
    • anistardi

      8 Juli 2015 at 00:29

      Iya. Karena suara frekuensi rendah itu menyebar ke segala arah dan manusia sulit untuk menentukan posisi suara tersebut. Berbeda dengan suara pada frekuensi tinggi yang merambatnya lurus seperti sinar laser. Makanya pada rekaman musik, frekuensi rendah di buat mono.

       
  2. vx.red

    20 September 2015 at 15:19

    maaf pak Anis saya mau tanya. saya sudah membuat rangkaian ini. tp kenapa ya pak R28 dan R29 kebakar ya pak ?

     
    • anistardi

      20 September 2015 at 16:00

      Ukur dulu tegangan PSU nya. Gunakan tegangan +-15V yang teregulasi misalnya pakai IC 7815 dan 7915 atau LM317 dan LM337.

       
  3. vx.red

    20 September 2015 at 18:48

    thank’s sebelumnya pak anis masalahnya udah ketemu. pasang ic2nya terbalik pak Anis hihi

     
    • anistardi

      20 September 2015 at 18:52

      Hati2 🙂 Kalau sudah berhasil, tulis review nya di sini.

       
  4. vx.red

    20 September 2015 at 18:54

    makasik sblumnya pak Anis masalh udah ketemu pak. ic 2 kebalik pasangnya pak hihihi. tp datang lagi masalah yg lain pak Anis kaya gak ada sinyal input yg masuk tp klo salah satu kaki ic 2dan ic3 di pegang masih bisa ngeground sdh di gnti ic 1 jg sinyal input ga da masuk pak.

     
  5. vx.red

    20 September 2015 at 19:02

    sdah ketemu pak Anis masalhnya solderannya ada yg ga nempel, nanti klo sdah rapi pak saya riveuw disini pak Anis ini lgi menikmati suaranya dulu

     
  6. Billy Walenczak

    25 September 2015 at 16:47

    Mantaft Gan,Thanks Gan Udah Berbagi… Maaf Kalau Saya Mampir Dulu Di Group Sebelum Kesini…

     
  7. Roby Tengara Setiawan

    17 November 2015 at 00:06

    It’s the Real Subwoofer Filter. Enak phasenya bisa disesuaikan. Hasil suara Subwoofernya bisa dug, bisa gleerrr.

     
  8. agust budi

    23 Desember 2015 at 18:30

    Salam oom anistardi..apakah bisa rangkaian ini diaplikasi kan utk single suply 12 dc,dengan menggabungkan catu data (-) dengan ground..terimakasih

     
    • anistardi

      23 Desember 2015 at 22:40

      Tidak bisa secara langsung. Harus dibuat virtual ground.

       
  9. santoso

    21 Januari 2016 at 02:59

    pak layout pcb nya bisa d upload di sini gak?atau kirim lewat email! untuk pot r20 itu pakai pot stereo?

     
  10. Yudi

    5 Februari 2016 at 20:51

    Mas Anis,
    pcbnya dimuat dong, gregetan pakai pcb bolong-bolong hasilnya ga maksimal.

     
    • anistardi

      5 Februari 2016 at 23:11

      Ada di group facebook “DIY Indonesia”

       
  11. santoso

    22 Maret 2016 at 09:34

    pak bimo layout pcb perlu di balik sebelum di print atau langsung?

     
  12. santoso

    23 Maret 2016 at 07:54

    ok pak siiip

     
  13. Arie

    9 Mei 2016 at 05:35

    Pak Anis skema ini bisa apa gak di aplikasikan di gitar balas

     
    • anistardi

      9 Mei 2016 at 06:01

      Saya tidak mengerti maksudnya.

       
  14. Heri

    12 Mei 2016 at 23:02

    Bisakah satu trafo 10 A murni dipakai untuk supplay satu system 2.1 yg terdiri dari ampli stereo(lm1875) perlu tegangan 18v AC, tone control(perlu 15V DC), ampli subwoofer (tTDA7294 BTL/bridge, perlu tegangan 25v ac), subwoofer controler(perlu tegangan 15v dc) dan fan/kipas (perlu tegangan 12 v dc)? Bisakah tone control dan sub controler yg sama-sama perlu suplay tegangan 15v dc dipasok/diambil dari satu psu saja? Jadi keluaran tegangannya diumpankan ke tone control dan sub controler secara paralel? Juga untuk kipas bisakah diambil dari tegangan 15v DC yg tadi tapi ditambahin resistor/varco.?Sebagai catatan trafo dengan tegangan sekunder 10 A ada ct 12, 18, 25, 32 volt dan tambahan 2 A ct 12, 18 volt. Maaf masih newbie banyak tanya. Thanks

     
    • anistardi

      13 Mei 2016 at 00:57

      Bisa, bila arus maksimalnya benar2 10A. Kadang2 trafo yg ada di pasaran kemampuannya lebih kecil dari tulisannya.

       
  15. heru

    28 Juni 2016 at 14:00

    Salam kenal pak anis,sub control ini apa bisa dipasang sembarang power ya pak,

     
    • anistardi

      28 Juni 2016 at 15:19

      Salam kenal juga. Bisa.

       
      • heru

        28 Juni 2016 at 15:28

        Trimakasih pak anis bimbinganya,

         
  16. agung

    19 Juli 2016 at 03:55

    Ass pak, saya mau nanya semua layout d situs ini bisa langsung d print atau harus d miror dulu untuk d pindah ke PCB dengan tehnik Strika,??

     
    • anistardi

      19 Juli 2016 at 04:14

      Saya tidak pernah bikin PCB dgn cara tersebut, tapi banyak pembaca blog saya yg sudah bikin PCB dgn cara tersebut. Sebaiknya ditanyakan ke group facebook “DIY Audio Indonesia” agar yg sudah pernah bikin menjawabnya.

       
  17. Heri

    29 Desember 2016 at 17:58

    Apakah subwoofer cntroller ini bisa menjangkau frekwensi 20 Hz – 35 Hz ? ( 35 Hz – 150 Hz yg tertulis di atas apakah batas atasnya?) Buat nonton film, frekwensi dibawah 35 Hz juga sangat penting soalnya. Apakah dual opamp seperti opa2134 bisa dipakai disini? Thanks

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: