RSS

Elang Amplifier

19 Feb

Beberapa teman saya meminta saya untuk membuat rancangan amplifier dengan transistor yang mudah didapatkan di toko-toko elektronik, terutama di daerah-daerah. Banyak rancangan amplifier saya yang transistornya sulit dicari, terutama transistor untuk VAS. Sebagian besar kit amplifier daya besar memakai MJE340/350 untuk transistor VAS. Memang transistor ini memiliki tegangan VCE maksimal yang tinggi dan arus kolektor maksimal yang cukup tinggi, namun sayangnya Cob nya juga tinggi dan fT-nya rendah. Jadi sulit untuk mendapatkan THD yang rendah pada frekuensi tinggi.

Untungnya ada satu cara agar pengaruh Cob ini berkurang, yaitu dengan kaskade. Namun ada kerugian juga akibat kaskade ini, yaitu bagian VAS menjadi lebih cepat clipping sehingga daya maksimal menjadi sedikit berkurang. Namun hal ini tidak menjadi masalah yang signifikan untuk amplifier berdaya besar. Favorit hampir seluruh DIY di Indonesia. Inilah schematic nya.

ElangAmplifierSch

Bagian Output

Bagian Output sama dengan Blameless 1200 yaitu memakai triple emitter follower (TEF). Transistor driver dan final dipasang pada satu pendingin. Transistor bias servo Q15 juga dipasang pada pendingin utama agar suhunya mengikuti suhu transistor driver dan final agar arus bias transistor final stabil terhadap suhu. Arus bias transistor final diatur oleh R27 sebesar 48mA. Transistor pre-driver Q18 dan Q10 diberi pendingin kecil.

Bagian Voltage Amplification Stage (VAS)

VAS memakai konfigurasi simetris dengan Hawksford cascode (kaskade yang ditemukan oleh Professor M. Hawksford). Q11 dan Q12 bagian positif serta Q13 dan Q14 bagian negatif. LED warna biru untuk tegangan referensi sekitar 3V. Hawksford cascode menghasilkan Total Harmonic Distortion (THD) yang lebih kecil daripada kaskade biasa. Kompensasi VAS dengan kompensasi Miller C8 dan C9 ditambah dengan kompensasi lead C11 dan C12. Ini untuk menghasilkan slew rate yang tinggi namun phase margin dan gain margin masih memenuhi syarat.

Q12 dan Q13 harus diberi pendingin yang memadai.

Bagian Input

Input memakai dua penguat diferensial (LTP) yang simetri yang pertama kali diperkenalkan oleh Professor Leach. Titik kerja LTP ini ditentukan oleh sumber arus tetap Q1 dan Q2 sebesar 4mA dan terbagi dua pada masing-masing transistor LTP tersebut. Kedua LTP ini juga di kaskade agar bisa memakai transistor yang hFE nya tinggi dan low noise. Tipe transistor seperti ini biasanya tegangan maksimal VCE nya cukup kecil.

DC Servo

DC servo gunanya untuk menjaga DC Offset selalu mendekati nilai 0V dalam kondisi apapun. DC Servo ini dilakukan oleh op-amp IC1 yang merupakan integrator. Tegangan output amplifier di filter oleh R30 dan C19 lalu diintegralkan dan hasilnya diinjeksikan ke titik umpan balik untuk mengkoreksi tegangan DC akibat perubahan tegangan power supply atau karena perubahan suhu. C16 dan C19 tipenya harus film, paling baik jenis MKT. Untuk op-amp berupa single op-amp dengan JFET input. LF357 lebih baik, tapi TL071 sudah cukup untuk tugas ini.

Hasil Simulasi

Phase Margin = 87 derajat

Gain Margin = 16 dB

THD pada 391W/8Ohm, 1kHz -> 0.000561%

THD pada 391W/8Ohm, 20kHz -> 0.010958%

Slew Rate = 100V/uS

PSRR pada 1kHz = 107 dB

Amplifier ini tidak disarankan dibebani dengan speaker 2 Ohm atau lebih kecil.

Power Supply

Jumlah transistor final

R2, R5

R7, R8

R23

+-90VDC

9 pasang

4K7/2W

15K/0.5W

82K/1W

+-77VDC

7 pasang

3K9/2W

12K/0.5W

68K/1W

+-63VDC

4 pasang

2K7/2W

8K2/0.5W

56K/1W

+-56VDC

3 pasang

2K2/2W

5K6

47K/0.5W

+-45VDC

2 pasang

1K8/1W

3K3

39K/0.5W

Untuk pemakaian power supply yang tegangannya lebih kecil, arus bias transistor harus makin besar. Pada power supply +-45VDC arus biasnya 80mA.

Peringatan

Bagi pemula yang baru belajar membuat PCB sendiri dan belum pernah merakit amplifier berdaya besar tidak disarankan untuk mengimplementasikan amplifier ini. Disarankan untuk membuat PCB amplifier berdaya kecil terlebih dahulu seperti Perkutut Amplifier. Penggunaan tegangan yang tinggi dan arus yang besar memerlukan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Hasil Implementasi

Pengunjung blog saya (Sdr. Muntahar) mengirimkan foto hasil implementasi amplifier ini kepada saya. Komentarnya ada di bawah.

elang bias      elang dc offset

Di bawah ini hasil implementasi dari Dian Arif.

Elang1Elang2

 
25 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2015 in Audio

 

Tag: ,

25 responses to “Elang Amplifier

  1. noise

    23 Februari 2015 at 23:43

    pak layoutnya ada gak?kalo tidak keberatan di kirim ke (noise20khz@gmail.com).
    aku coba mau buat PCBnya

     
    • anistardi

      24 Februari 2015 at 00:10

      Belum ada layoutnya. Rencananya teman saya yang mau bikin rancangan PCB nya, katanya diusahakan seminggu lagi jadi.

       
  2. SUWEG

    25 Februari 2015 at 19:24

    kalau udah siap layout PCB nya di posting jg ya pak… makasih..

     
  3. andriyan

    25 Februari 2015 at 21:46

    Yang pasty biar nanty saya bisa mencobanya pak..
    Wah tambah ilmu lagi ni.

     
  4. Tony Lalay

    2 Maret 2015 at 17:41

    Mas Anis luar biasa, sedikit dari kita Orang Indonesia yang mau berbagi ilmu sedetail ini mas. Mas mau tanya terkait pair final, apakah ditentukan oleh vpp out dibagi SOA tr.

     
  5. muntahar

    8 Maret 2015 at 13:23

    ELANG sudah berdendang pak anis.driver pakai MJL21193/21194, final pakai sanken 2sc2922/1216 1pasang, disupply 35Vac 10A ( travo abal – abal ), bias 80mA, DCO goyang dikisaran -2 sampai 2mV ( cek pakai DMM murmer ).
    karena gak dapat DZ 4,7V dicoba pakai DZ3,3V hasilnya suara serak dan trimpot bias diset sampai mentok tetap 0,0V. akhirnya nekat pakai DZ 5,1V langsung mak nyusss.suara cliing tanpa hum dan noise. tes beberapa lagu dengan volume sedang Heat sink hangat-hangat saja.puas rasanya bikin langsung jadi….walau komponen masih generik dan cabut sana cabut sini.
    boleh minta emailnya pak? biar bisa kirim pepotoannya.

     
  6. elaagustin666

    9 Maret 2015 at 14:29

    2,2uf nya pakai apa itu mas

     
    • anistardi

      9 Maret 2015 at 14:32

      Kirang jelas fotonya dan yang bikin bukan saya, tapi yang komentar di atas.

       
    • muntahar

      9 Maret 2015 at 16:24

      2,2uF/MKT nggak punya, jadi kupasang 1uF 2biji ( paralel ). C input yg seharusnya 3,3uF aku pasang elco 4,7uF bipolar. Komponen masih seadanya. Kesan pertama hasil suara flat.

       
  7. bandar

    30 Maret 2015 at 22:56

    punya saya blm saya coba,layout sudah siap

     
  8. esek ehem

    4 April 2015 at 17:47

    nunggu jg layoutnya.. g bs buat layout soalnya..

     
  9. Tohari Ck

    22 Juni 2015 at 15:26

    Nyimak blajar siapa tau nanti paham

     
  10. Tohari Ck

    22 Juni 2015 at 15:28

    Teorinya tak semudah bayangan saya.pengen punya ampli bagus je

     
  11. suryo

    8 Juli 2015 at 20:09

    nderek sinau njih pak.

     
  12. totox ari

    2 September 2015 at 22:35

    jika transistor VAS nya kita pakai yg lebih bagus lagi misal ksc3503 apa THD20Khz nya bisa turun lagi ms Anistardi?

     
    • anistardi

      3 September 2015 at 00:05

      sudah saya simulasikan, THD20kHz turun sedikit

       
  13. hajidian

    10 September 2015 at 20:29

    punya saya kok belum di ps ya mas.. hehehe

     
    • anistardi

      10 September 2015 at 21:37

      Mana?

       
      • rahmat

        25 Agustus 2016 at 23:49

        Salam kenal Pa Anis, Pa, dimana saya bisa beli pcb Elang

         
      • anistardi

        30 Agustus 2016 at 21:46

        Kit Elang amplifier yang membuat Dian (nama facebook). Saya sendiri sekarang sedang membuat versi baru dari Elang, namanya Elang Jawa. Mungkin akhir September baru selesai.

         
  14. Eman Sulaeman

    26 September 2016 at 19:30

    Saya punya teroid 70V 4-6A ct 70V 4-6A PCB PA apa yg cocok , tr pinalnya 1524/25 6set, kalo ada u mono harga brapa.mksih

     
    • anistardi

      10 Oktober 2016 at 15:44

      Trafo 70VCT tidak bisa pakai transistor final hanya 6 set untuk amplifier kelas B/AB pada beban 4 Ohm. Saya sudah buat prototype Elang Jawa amplifier yang sudah dicoba pakai trafo 70VCT dengan transistor final sebanyak 9 set. Tunggu saja kalau sudah jadi versi finalnya.

       
  15. Ansar

    7 November 2016 at 09:37

    menarik untuk ditunggu versi Elang Jawa ini ….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: