RSS

Tekukur Amplifier

17 Feb

Setelah ada beberapa orang yang sukses mengimplementasikan Perkutut Amplifier dan ada beberapa orang yang menginginkan pemakaian Complementary Feedback Pair (CFP) atau Sziklai pada outputnya, maka saya mencoba mensimulasikan Perkutut Amplifier dengan output CFP. Sudah menjadi rahasia umum bahwa output CFP sulit digunakan jika transistor finalnya diparalel karena mudah berosilasi. Maka saya cari transistor final yang mampu digunakan hanya satu pasang saja untuk power supply +-45VDC. Transistor final tersebut haruslah mudah didapatkan. Pilihan jatuh kepada 2SC2922 dan 2SA1216.

Saya simulasikan rangkaian push-pull dengan beban 2,5 Ohm dengan tegangan power supply +-45VDC memakai transistor tersebut. Hasilnya seperti ini.

SOA 2SC2922

Garis vertikal adalah besarnya arus kolektor dan garis horisontal adalah besarnya tegangan antara kolektor dan emitornya. Garis merah adalah garis beban resistor 2,5 Ohm. Kurva hijau adalah kurva transistor yang disipasi daya maksimalnya dibatasi sebesar 180 watt dan arus kolektor maksimalnya 17 ampere. Kurva hijau adalah Safe Operating Area (SOA) transistor yang nilainya di ambil dari datasheet-nya. Garis bebannya masih didalam kurva SOA. Jadi transistor ini bisa dipakai untuk mengendalikan beban speaker 8 Ohm dan 4 Ohm dengan pendingin yang memadai. Sama sekali tidak bisa untuk speaker 2 Ohm karena garis bebannya akan keluar dari SOA-nya. Perlu diperhatikan bahwa speaker 4 Ohm bisa memiliki resistansi sebesar 3 Ohm pada frekuensi tertentu, juga memiliki induktansi sehingga jika ingin memakai speaker 4 Ohm pada rancangan ini harus menggunakan pendingin yang cukup besar.

Perkutut Amplifier dengan output CFP. Seperti ini jadinya.

Tekukur Amplifier

Pada simulasi saya gunakan transistor final MJL4302 dan MJL4281 yang memiliki karakteristik yang mirip dengan 2SC2922 dan 2SA1216, karena saya tidak memiliki model yang akurat untuk transistor tersebut. hFE 2SC2922 dan 2SA1216 sedikit lebih kecil daripada MJL4302 dan MJL4281 sehingga THD pada beban 4 Ohm akan sedikit lebih besar daripada hasil simulasi.

Hasil Simulasi

Phase Margin = 83 derajat
Gain Margin = 16 dB
THD pada 68W/8Ohm, 1kHz -> 0.004495%
THD pada 68W/8Ohm, 20kHz -> 0.011435%
THD pada 153W/4Ohm, 1kHz -> 0.007510%
THD pada 153W/4Ohm, 20kHz-> 0.017136%
THD pada Slew Rate = 35 V/uS
PSRR pada 1kHz = 85 dB

THD nya sedikit lebih besar daripada Perkutut Amplifier. Namun banyak penggemar dari output CFP ini, yang mungkin kenaikan sedikit THD tidak menjadi masalah.

Implementasi

Untuk memperkecil DC Offset disarankan agar Q1 dan Q3 di matching besarnya hFE dan VBE. Perbedaan maksimal 5% sudah cukup baik. Lalu agar DC Offset stabil terhadap suhu, Q1 dan Q3 ditempel badannya agar suhunya selalu sama.

Arus bias yang disarankan untuk transistor driver dan final sebesar 35 mA dengan mengukur tegangan pada resistor R22 atau R23 sebesar 16 – 17 mV. Arus bias diatur dengan trimpot R12.

Q5, Q6, dan Q7 ditempel pada SATU pendingin kecil (misalnya lempengan aluminium ukuran 55 mm x 40 mm). Ini dimaksudkan agar arus bias stabil terhadap suhu. Untuk CFP bias servo harus ditempel pada transistor driver, bukan pada transistor final.

Q8 dan Q9 dipasang pada pendingin yang cukup besar.

Layout PCB

Layout PCB yang disarankan seperti ini.Transistor final disolder langsung pada PCB dengan kaki-kakinya dimasukkan melalui bagian bawah PCB.

Tekukur Amplifier top

Tekukur Amplifier bot

Selamat mencoba. Silakan kirim foto-foto hasilnya ke saya untuk dipajang di sini.

Revisi (28 February 2015)

Koneksi D1 terbalik. Yang benar schematicnya seperti ini.

TekukurSCH

PCB masih bisa digunakan dengan posisi D1 yang dibalik.

TekukurTOP

Iklan
 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Februari 2015 in Audio

 

Tag: ,

8 responses to “Tekukur Amplifier

  1. Thole Rangga

    20 Maret 2015 at 08:04

    Di antara 1N4007, FR104, FR107, mana yang terbaik untuk subtitusi D1,D2,D3,D4?
    Maaf pak, karena sulit cari 1N4004 di sini. Saya ingin mencoba Terkukur Amp ini.

     
    • anistardi

      20 Maret 2015 at 08:23

      1N4007 dengan 1N4004 sama saja, hanya beda tegangan balik (reverse) maksimalnya. FR104 dan FR107 adalah tipe fast switching hanya beda tegangan balik (reverse) maksimalnya. Semuanya bisa dipakai, tapi FR104 dan FR107 sedikit lebih baik.

       
      • Thole Rangga

        20 Maret 2015 at 10:26

        Terimakasih atas solusi & sarannya.

         
  2. putra braling

    15 April 2015 at 13:05

    Oke makasih kang bimo… jadi nambah ilmu nih 😀

     
  3. Handono

    7 September 2015 at 12:56

    kalau pakai 4148 gimana Pak??

     
    • anistardi

      7 September 2015 at 18:05

      Kalau untuk D1 dan D2 bisa memakai 1N4148.

       
  4. Handono

    15 Juni 2016 at 11:48

    Saya bikin tekukur dgn part yg low grade yg umum di pasaran Pak… final masih berasa hott… NB:led merah, Q1Q3 di tali, Q7,5,6 satu heatsink… dan coba puter2 trimpot sesuai instruksi… tapi masih Nihil… Saya sebenarnya lebih suka final dgn out colector sperti Tekukur/OCL 140 watt… solusine piye lagi Pak?

     
    • anistardi

      15 Juni 2016 at 11:56

      Tekukur amplifier sudah dicoba oleh salah seorang anggota group facebook “DIY Audio Indonesia.” Kalau arus bias tidak bisa diatur, kemungkinan ada salah pasang komponen. Q4 (VAS) tidak boleh diganti dengan transistor yang Cob nya jauh lebih besar, karena amplifier akan menjadi tidak stabil. Silakan ikuti group “DIY Audio Indonesia”, di sana banyak anggota yang bisa membantu.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: