RSS

Dasar-dasar Perancangan Mixer (Bagian I)

17 Feb

Tujuan utama mixer adalah menyampur dua buah sinyal atau lebih. Rangkaian utama dari mixer adalah penguat inverting (phase input dan output berbeda 180 derajat) yang rangkaiannya di bawah ini.

Inverting

Penguatan tegangannya (gain) = – (R2/R1). Hal ini karena arus yang mengalir ke input – (minus) op-amp baik dari R1 dan R2 selalu sama. Tegangan input = I x R1 dan tegangan output = – I x R2. Gain = Tegangan output / tegangan input. Jadi seolah-olah input – (minus) op-amp seperti ground sinyal.

Jika ada dua sinyal maka rangkaiannya seperti ini.

inverting2

Karena arus pada input – op-amp selalu sama maka arus R3 = – (arus R1 + arus R2). Tegangan outputnya = – (tegangan input1 / R1 + tegangan input2 / R2) x R3.

Rangkaian ini menjumlahkan kedua tegangan input tersebut. Jika R1, R2, dan R3 nilainya sama, maka tegangan output = – (tegangan input1 + tegangan input2).

Pada tahun 70an, mixer yang populer seperti ini.

mixer1

Rangkaian di atas memiliki crosstalk yang tinggi. Walaupun saklarnya OFF, namun selalu ada sinyal yang bocor. Perbaikannya seperti ini.

mixer2

Namun rangkaian di atas memiliki noise yang tinggi, karena input – op-amp terhubung ke ground melalui resistor dari input yang dimatikan (saklar pada posisi OFF).

Kemudian pada tahun 1979, Douglas Self membuat perbaikan dari sistem mixer yang ada saat itu. Rangkaiannya seperti ini.

mixer3

Posisi saklar saat OFF diganti, sehingga tidak ada resistor pada input – op-amp yang terhubung ke ground. Jadi ada perbaikan noise dan crosstalk.

Makin banyak sinyal yang dicampur, jalur input – op-amp jadi tambah panjang sehingga noise bisa menginterferensi jalur tersebut baik secara kopling kapasitif maupun induktif. Sehingga dibuat mixer yang memakai sinyal balance. Contohnya seperti ini.

mixer4

A1 adalah buffer dengan gain 1 dan A2 adalah buffer dengan gain -1.

Macam-macam teknik pencampuran (mixing) masih banyak lagi yang tujuannya untuk mendapatkan crosstalk dan noise sekecil mungkin.

Contoh Praktis 

SummingSCH

Rangkaian di atas contoh praktis yang sederhana dari pencampur beberapa sinyal input. Op-amp U2 gunanya untuk mengembalikan fasa sinyal input seperti aslinya dan juga mampu dibebani kabel panjang jika outputnya dihubungkan ke peralatan lainnya. R8 akan melindungi op-amp (pembatas arus) dari beban yang bersifat kapasitif (misalnya kabel), namun output impedansi tetap mendekati nol karena R8 di dalam umpan balik. Op-amp yang dipakai bisa  NE5532 (double) atau yang lebih baik.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Februari 2015 in Audio

 

Tag: ,

One response to “Dasar-dasar Perancangan Mixer (Bagian I)

  1. andriyan

    20 Februari 2015 at 06:58

    Ditunggu kelanjutanya untuk design mixing equalization kang..
    Biar komplit per sub bagan audio systemya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: