RSS

Merancang Sound System Sederhana Untuk Home Theater (Bagian II)

05 Feb

Untuk amplifiernya yang paling sederhana memakai IC dan IC amplifier yang terbaik yang pernah saya dengar adalah LM1875. IC ini akan menghasilkan daya 25W pada 8 Ohm dengan power supply +-25V. Tidak saya sarankan untuk memakai speaker 4 Ohm pada amplifier ini. Daya sebesar ini cukup untuk ruangan kecil.

Amplifier LM1875 dibuat sebanyak 5 buah dalam satu boks. Adapun amplifier untuk sub-woofer terpisah. Schematic amplifier LM1875 ada di bawah ini.

LM1875

Yang menjadi tantangan dalam pembuatan amplifier banyak channel adalah rancangan PCB-nya terutama jalur ground-nya agar cross talk menjadi minimal.

Power supply-nya seperti ini.

PSU 5xLM1875

Trafo yang dipakai hanya 3A karena kelima amplifier tersebut hampir tidak mungkin mengeluarkan daya maksimalnya pada waktu yang bersamaan. Jika kelima amplifier tersebut mengeluarkan daya maksimalnya pada waktu yang bersamaan diperlukan trafo 5A.

Untuk amplifier sub-woofer bisa memakai Perkutut Amplifier. Lebih baik amplifier tersebut dimasukkan ke dalam boks sub-woofer sehingga menjadi active sub-woofer.

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2015 in Audio

 

Tag: ,

26 responses to “Merancang Sound System Sederhana Untuk Home Theater (Bagian II)

  1. zaenal alim

    5 Februari 2015 at 23:14

    terima-kasih pak anis tulisan,bapak sangat bermutu sekali,sangat berguna bagi saya sebagai pecinta elektronika dan pengajar di smk elektronika audio-vidio,tentunya saya akan bagikan kepada anak-anak didik saya.

     
    • anistardi

      5 Februari 2015 at 23:15

      Alhamdulillah, jika bermanfaat.

       
  2. kf

    6 Februari 2015 at 19:07

    R6 berfungsi sebagai apa pak?

     
    • anistardi

      6 Februari 2015 at 19:51

      R6 untuk memisahkan ground “kotor” dengan ground “bersih” pada teknik ground “star on star ground”. Nilainya antara 0 sampai 10 Ohm umumnya.

       
  3. kf

    7 Februari 2015 at 15:27

    trim pak atas jawabannya, saya baru tau ada ground kotor dan ground bersih….saya saat ini menggunakan ground bintang betul2 satu titik pak, semua ground tanpa kecuali, baik sepeaker, input dari RCA, ground Potensiometer, ground power supplynya, pokoknya semua yang terhubung ke gound menuju satu titik dengan kabel dan jalur di PCB betul2 terpisah.

    Pertanyaan saya, apakah sistem ground yang saya terapkan berlebihan, karena terus terang sulitnya bukan main untuik membentuk ground 1 titik murni, dan saya mengira tidak adanya hum ataupun noise bahkan sampai telinga nempel woofer ataupun tweeter sama sekali tidak ada suara bahkan di malam yang hening, apakah dengan ground star on star akan lebih baik ataukah minimal sama ??

     
    • anistardi

      7 Februari 2015 at 16:20

      Tentu saja idealnya ground pada satu titik atau disebut star ground. Tapi dalam pembuatan PCB apalagi banyak blok sangat sulit untuk diimplementasikan hal tersebut. Oleh karena itu dikembangkan berbagaimacam teknik grounding, salah satunya adalah star on star ground.

       
  4. kf

    7 Februari 2015 at 23:34

    makasih pak anis atas penjelasannya soal star grounding, satu lagi pertanyaan pak soal star grounding, apakah star on star grounding yang melalui resistor boleh yang berarus besar ?

     
    • anistardi

      8 Februari 2015 at 07:13

      Justru ground yang berarus besar atau ground “kotor” harus dipisah dengan ground yang berarus kecil atau ground “bersih” pada star on star ground.

       
      • kf

        11 Februari 2015 at 23:06

        maksih pak….sangat mencerahkan

         
  5. huget

    11 Februari 2015 at 00:13

    Tanya pak anis
    Pada dvd saya ada keluaran stereo L/R juga ada 5.1 ch audio out nya. Saya sudah pakai ampli sederhana seperti diatas, lm 1875 untuk out stereo nya. Nah.. Kalau ingin menggunakan yg 5.1 berarti saya harus bikin 3 lagi ampli lm 1875 nya + 5 op amp seperti diatas dan 2 psu yg berbeda? Mohon sarannya untuk hasil yg terbaik. Ohh ya untuk subnya bgmn pak? Apa bisa langsung diumpan ke PA semisal blazer?

     
    • anistardi

      11 Februari 2015 at 08:55

      Kalau arus trafonya mencukupi bisa pakai PSU yang sama untuk semua amplifiernya. Untuk pre-amp nya bisa memakai trafo yang sama dengan amplifiernya. Namun untuk pemula saya sarankan untuk memakai trafo terpisah antara pre-amp dan amplifiernya, karena perancangan jalur ground-nya cukup sulit. Untuk amplifier subwoofer bisa memakai amplifier yang lain semisal blazer.

       
  6. huget

    11 Februari 2015 at 10:00

    Makasih pak anis atas penjelasannya, sangat membantu buat pemula seperti saya. Banyak pelajaran baru yg saya dapatkan di blog ini, dengan penjelasan yg detil.

     
  7. kf

    11 Februari 2015 at 23:12

    PAk anis mau tanya, ada pendapat bahwa C3 sebaiknya non polar, gimana pak ?

     
    • anistardi

      12 Februari 2015 at 00:07

      Iya, Non polar lebih baik daripada elco di tempat tersebut.

       
  8. kf

    15 Februari 2015 at 19:12

    trima-kasih pak atas jawabannya.

     
  9. kf

    15 Februari 2015 at 19:16

    Pak anis mau tanya :
    1. Apa fungsi R7 dan C8
    2. Apakah nilanya di sesuaikan dengan karakteristik speaker atau karakteristik amplifier
    3. mana yang lebih baik, dipasang sedekat meungkin dengan speaker ataukah sedekat mungkin dengan output amplifier

     
    • anistardi

      15 Februari 2015 at 19:33

      R7 dan C8 adalah zobel network yang gunanya untuk mencegah agar amplifier (LM1875) tidak berosilasi. Nilainya disesuaikan dengan amplifiernya dan dipasang sedekat mungkin dengan amplifier.
      Kalau zobel network pada speaker gunanya agar impedansi speaker kurang lebih besarnya sama di semua frekuensi.

       
  10. kf

    17 Februari 2015 at 00:06

    Pak Anis, apakah boleh memasang zobel untuk speaker dan untuk ampli secara bersamaan, apakah tidak menimbulkan konflik ?

     
    • anistardi

      17 Februari 2015 at 05:45

      Konflik gimana maksudnya? Zobelnya tenang-tenang saja tuh….🙂 Masing-masing fungsinya beda.

       
  11. Pri

    17 Februari 2015 at 12:26

    Pak Anis BimoTok, mengenai pemilihan nilai R 2,2 ohm, apa yang menjadi pertimbangannya? Saya lihat di datasheet nilainya 1 ohm, dan beberapa skema lainnya menggunakan R 10 ohm.

     
    • anistardi

      17 Februari 2015 at 13:41

      Fungsinya untuk mencegah agar tidak berosilasi (zobel network). Schematic ini sebelumnya saya rancang agar bisa memakai TDA2050 dan LM1875. Nilai komponen bisa memenuhi syarat kedua IC ini. Gain minimum dari LM1875 adalah 10x atau 20 dB sedangkan gain minimum dari TDA2050 adalah 24 dB. Gain amplifier ini adalah 27,23 dB. Zobel networknya merupakan kompromi dari kedua. Ini sudah saya coba untuk kedua IC tersebut dan tidak ada masalah osilasi.

       
  12. kf

    17 Februari 2015 at 22:37

    Lagi mumet memahaminya…tapi menarik….

     
  13. kf

    19 Februari 2015 at 09:27

    PAk ANis, saya belum paham yang dimaksud terjadi osilasi jika tidak ada rangkaian zobel atau jika salah hitung untuk nilai2 zobel, terjadinya osilasi itu ditandai dengan suara yang bagaimana pak ? apakah bisa dikur dengan osiloskop ?

     
    • anistardi

      19 Februari 2015 at 11:16

      Osilasi adalah saat amplifier menghasilkan sinyal pada frekuensi tertentu walaupun tidak diberi sinyal input. Rangkaian zobel untuk mencegah osilasi frekuensi tinggi sekitar 500 kHz sampai beberapa MHz. Tentu saja frekuensi ini tidak bisa didengar manusia. Harus dilihat pada osiloskop.

       
  14. kf

    19 Februari 2015 at 17:43

    wah manteb sekali penjelasannya pak anis, terima-kasih banyak betul2 mencerahkan pemahaman saya.

     
  15. sirah

    6 Juli 2015 at 13:56

    menyimak dan belajar dari pak Anis

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: