RSS

Antara Amplifier Kelas A, B, dan AB

03 Jan

Cukup sulit bagi orang yang belum mengerti cara kerja transistor untuk memahami amplifier kelas A, B, dan AB. Pada kesempatan ini akan saya jelaskan dengan cara yang sederhana (harapannya) perbedaan antara amplifier kelas A, B, dan AB.

Arti amplifier kelas A adalah output transistor atau transistor finalnya mengalirkan arus ke beban selama satu periode sinyal. Sedangkan amplifier kelas B adalah output transistor atau transistor finalnya mengalirkan arus ke beban selama setengah periode sinyal. Untuk amplifier kelas AB adalah output transistor atau transistor finalnya mengalirkan arus ke beban selama kurang dari satu periode sinyal dan lebih dari setengah periode sinyal.

Yang dimaksud dengan amplifier di sini adalah amplifier sinyal bolak-balik sehingga memiliki periode. Periode ini adalah 1 dibagi frekuensi. P = 1/F.

periode

Panjangnya waktu yang bergaris merah pada gambar di atas disebut satu periode.

Untuk lebih memudahkan perbandingan antara amplifier kelas A, B, dan AB maka saya gunakan rangkaian push-pull yang bisa bekerja pada kelas A, B, dan AB. Khusus untuk amplifier kelas A bisa bekerja pada rangkaian single-ended (bukan push-pull). Gambarnya ada di bawah ini.

pushpull

V2 dan V3 adalah tegangan power supply. V1 adalah tegangan untuk memberikan bias pada transistor Q1 dan Q2. I1 adalah arus input yang berasal dari bagian amplifier yang lain. R3 adalah beban dari amplifier. Amplifier kelas A, B, dan AB perbedaannya dilihat dari arus emiter Q1 dan Q2 yang mengalir ke R3 selama satu periode sinyal.

Pada amplifier kelas B, Q1 dan Q2 selalu bekerja bergantian. Saat Q1 mengalirkan arus ke R3, Q3 tidak mengalirkan arus sama sekali. Begitu juga sebaliknya. Untuk memenuhi kondisi ini arus bias (arus kolektor atau arus emitor) Q1 dan Q2 nol saat I1 nol. Jadi saat tidak ada sinyal baik Q1 dan Q2 tidak mengalirkan arus.

aruskelasB

Gambar di atas adalah arus Q1 dan Q2 terhadap I1. Arus Q1 nol saat arus I1 nol dan kurang dari nol dan Arus Q2 nol saat I1 nol dan lebih dari nol. Q1 dan Q2 bekerja bergantian selama satu perioda sinyal.

Pada amplifier kelas AB, Q1 dan Q2 ada kalanya bekerja barengan dan ada kalanya bekerja bergantian. Untuk memenuhi kondisi ini arus bias Q1 dan Q2 saat tidak ada sinyal harus lebih besar dari nol dan kurang dari setengah arus puncak yang mengalir ke beban.

aruskelasAB

Gambar di atas menunjukkan pada saat I1 sekitar -7 mA sampai 7 mA, Q1 dan Q2 bekerja bersamaan. Di luar itu Q1 dan Q2 bekerja bergantian.

Untuk amplifier kelas A, Q1 dan Q2 selalu bekerja bersamaan. Baik Q1 dan Q2 arus kolektornya tidak pernah nol dalam satu periode sinyal. Agar kondisi ini terpenuhi, arus bias Q1 dan Q2 saat tidak ada sinyal minimal sama dengan setengah arus puncak yang mengalir ke beban.

aruskelasA

Gambar di atas menunjukkan bahwa Q1 dan Q2 selalu bekerja bersamaan.

Oleh sebab itu, maka bias transistor final yang diukur adalah arus kolektor atau emitornya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dengan menggunakan pengukur arus, sedangkan secara tidak langsung dengan mengukur tegangan pada resistor emitornya. Arus emitor adalah tegangan pada resistor emitor dibagi nilai resistor tersebut.

Untuk mengoptimalkan amplifier kelas AB agar cacat crossovernya paling kecil dijelaskan pada artikel sebelumnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2015 in Audio

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: