RSS

Mengenal Pre-Amplifier

19 Des

Pre-amplifier atau pre-amp (penguat awal) adalah bagian utama dari sound system untuk home audio/consumer audio (audio untuk digunakan dalam rumah). Fungsi dari pre-amp dapat digambarkan sebagai berikut:

Pre-amp

Pada gambar di atas, fungsi pre-amp ada pada kotak yang berwarna hijau. Fungsi tersebut terdiri atas:

1. Input Selector

Input Selector atau pemilih sumber suara. Sumber suara bisa berasal dari CD/DVD/Blu-ray player, pemutar piringan hitam, media player, dan lainnya. Digunakan input selector agar kita tidak repot-repot memindahkan kabel input setiap kali mengganti sumber suara.

2. Volume Control

Untuk mengatur seberapa kencang suara digunakan volume control. Umumnya cara kerja volume control adalah melemahkan sinyal input dengan potensiometer.

3. Balance Control 

Balance control digunakan untuk mengatur agar suara speaker kiri dan speaker kanan sama kencangnya. Setiap komponen elektronik memiliki toleransi, sehingga penguatan sinyal antara bagian kiri dan kanan tidak bisa sama persis. Demikian juga speaker juga tidak memiliki sensitivitas input yang sama. Jika perbedaan ini bisa didengar, maka diperlukan koreksi. Untuk itu diperlukan balance control. Kadang-kadang balance control tidak diimplementasikan, karena tidak dianggap penting.

4. Tone Control

Untuk mengkoreksi respon frekuensi sistem secara keseluruhan (termasuk respon frekuensi ruangan) diperlukan equalizer. Namun equalizer dianggap terlalu rumit untuk diimplementasikan pada pre-amp sehingga hanya diterapkan pengkoreksi frekuensi ujung bawah (bass) dan ujung atas (treble) saja, yang biasa disebut tone control. Sebagian kalangan menganggap tone control tidak diperlukan sehingga kadang-kadang ditambahkan tombol untuk mem-bypass tone control tersebut. Malah ada juga yang sama sekali tidak mengimplementasikannya.

5. Penguat Tegangan

Sensitivitas input amplifier berbeda-beda besarnya dan tidak memiliki standard. Sedangkan output sumber suara memiliki standard. Untuk koneksi un-balanced yang digunakan untuk home audio, standard tegangan line out sebesar 0,316V rms atau -10dBV. Sedangkan untuk koneksi balanced yang digunakan untuk audio-pro adalah 1,228V rms. Seringkali amplifier memerlukan tegangan input lebih dari 0,316V rms agar menghasilkan daya maksimalnya. Untuk itu diperlukan penguat tegangan. Umumnya penguatan/gain dari penguat tegangan ini antara 3x sampai 10x (9,54 dB – 20 dB).

Aksesori lain yang kadang-kadang disertakan pada pre-amp adalah headphone amplifier.

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2014 in Audio

 

Tag: ,

10 responses to “Mengenal Pre-Amplifier

  1. kf

    21 Desember 2014 at 18:24

    Jumpa lagi pak, tone control seakan mementahkan dan seakan menjadikan tiada guna merancang power amplifier mahal untuk mencapai response frequency sangat bagus, karena pada akhirnya tone kontrol yang jauh lebih muraqh dapat mengoreksi respon frequency system secara kerseluruhan, apa benar begitu pak ??

     
    • anistardi

      21 Desember 2014 at 18:34

      Tone control untuk mengkoreksi respon frekuensi secara keseluruhan, termasuk respon frekuensi ruangan. Sebagai perancang sistem audio, kita tidak bisa menuntut bahwa sistem audio kita harus digunakan di ruangan tanpa pantulan, penyerapan frekuensinya seragam dan tanpa gema.

       
  2. res

    22 Desember 2014 at 08:00

    permisi pak, kunjungan balik ceritanya…

    sangat setuju dengan 2 komentar diatas, tone control(salah satunya) bisa mengerti selera orang, yag suka bass tinggal puter bass nya, yang suka treble tinggal putar treblenya sesuai selera

     
  3. kf

    22 Desember 2014 at 08:00

    Pada prakteknya tone kontrol itu untuk memanjakan telinga pak, penguatan frequency tertentu sangat disesuaikan dengan selera masing2 orang

    Biasanya frequency tinggi dan rendah sangat ditonjolkan karena akan memberikan kesan yang enak untuk musik tertentu, untuk musik yang lainnya maka frequncy tengah yang lebih ditonjolkan.

    Dalam benak saya tone kontrol tidak lagi untuk mengoreksi frequency respon dari keseluruhan system agar tetap flat sehingga output suara system mendekati suara pada waktu recording, namuin tone kontrol untuk mengola suara agar terdengar lebih enak.

     
  4. kf

    22 Desember 2014 at 08:44

    para audiophiler membuang jauh2 tone control/pewarnaan/efek, dulu ada seseorang audiophiler beli cd player sampai belasan juta, namun dari keseluruhan sistem bassnya kurang besar sehinhgga dia beli subwoofer sekitar 5 juta.

    Saya bilang itu sudah tidak flat lagi karena nada rendah lebih ditonjolkan….dia bilang lebih enak di dengar…saya bilang sudah tidak sesuai aslinya dan percuma beli cd player, speaker flat dan ampli mahal…akhirnya dia jual subwoofernya dan kembali ke setting awal tanpa subwoofer….dan suara memang tidak lebih enak tapi seperti itulah suara yang ada di studio atau di livenya….

    Yang sesuai aslinya belum tentu lebih enak daripada suara olahan dengan tone kontrol, namun yang sesuai aslinya memberikan arti dan nilai seni yang tinggi…itu yang sangat mahal.

     
    • anistardi

      22 Desember 2014 at 11:22

      Benar sekali. Akurat memang tujuan utama dalam reproduksi suara untuk home audio. Namun penataan ruangan yang sering kali dilupakan, padahal ruangan juga berpengaruh pada reproduksi suara.

       
  5. kf

    22 Desember 2014 at 17:56

    Saya tadi berkunjung ke sebuah toko audio high end, saya sangat terkesan dengan hasil suara totalnya, saya merasa pada dunia yang berbeda….suara yang saya dengar betul2 membuat saya berada didepan orang yang menyanyikan lagu….padahal saya yakin suaranya tidak lebih bagus daripada home audio milik saya…..

    Namun saya mengakui, suara yang mendekati aslinya jauh lebih bernilai tinggi bagi orang yang menghargai sebuah karya lagu (seni) daripada suara yang udah olah dengan tone kontrol seperti home audio milik saya walaupun terdengar lebih empuk dan merdu.

     
  6. kf

    22 Desember 2014 at 18:00

    Pak Anistardi, betul sekali penataan ruangan seringkali dilupakan, sebagus apapun (seakurat apapun) sebuah home audio, bila ruangan menghasilkan pantulan (distorsi) maka suara yang dihasilkan akan menjauhi suara aslinya.
    Ruangan harus terbebas dari suara luar ruangan dan berdaya serap tinggi untuk semua frequency….dan itu tidak murah…..
    Namun itulah yang terjadi, yang penting suara bass dan treble empuk dan nyaring…..
    Trimakasih pak, atas pelajaran kali ini….

     
  7. irfantirta

    9 September 2015 at 21:42

    Salam kenal mas, mau tanya ? Brp harga kit High End Pre amp mas? Trmksh atas jwb nya.

     
    • anistardi

      9 September 2015 at 23:34

      Untuk pre-amp belum dibuat kitnya. Salam kenal juga.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: