RSS

Kolibri Amplifier

15 Des

Kolibri adalah burung paling kecil di dunia. Amplifier ini saya namai Kolibri karena dayanya cukup kecil bagi ukuran orang Indonesia pada umumnya. Hanya sekitar 16 Watt rms pada 8 Ohm. Buat apa? Cukup untuk bikin speaker aktif atau buat latihan dalam pembuatan PCB. Amplifier ini sangat murah dan memakai komponen yang sangat umum. Rasanya tidak akan kesulitan dalam pembelian komponen-komponennya.

Schematicnya seperti ini.

Small Amp

Topologi amplifier ini memakai topologi Lin atau Blameless. Cara perancangannya sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Yang membedakannya hanya 2 saja dari rancangan-rancangan sebelumnya. Pertama kolektor Q2 tidak dihubungkan ke power supply positif tapi ke emitor Q6 (folded). Dan yang kedua adalah pemakaian output Complementary Feedback Pair (CFP) atau Sziklai. CFP cocok untuk amplifier daya kecil.

Cara Kerja

Q1 dan Q2 adalah penguat diferensial atau LTP yang titik kerjanya ditentukan oleh sumber arus tetap Q3 sebesar 1,87mA. Beban VAS juga sebuah sumber arus tetap Q4 sebesar 6,75mA. Tujuannya agar impedansi output VAS tinggi sehingga cacatnya rendah. C1 adalah kompensasi Miller dan C3 adalah kompensasi lead yang membuat slew rate menjadi tinggi karena bisa memakai nilai C1 yang kecil. Penguatan tegangan sebesar 1 + R12/R13. C10 untuk menstabilkan CFP.

Pada konfigurasi CFP, pengatur arus bias Q5 harus ditempelkan pada transistor driver agar arus bias stabil terhadap suhu. Namun karena suhu transistor driver perubahannya tidak terlalu besar, maka Q5 tidak perlu ditempel pada transistor driver. Arus bias optimal pada CFP cukup kecil. Di sini hanya diperlukan arus bias sebesar 18mA untuk transistor finalnya. Arus bias diatur dengan R8. Tentu sulit untuk mengukur tegangan R21 atau R22 untuk mengukur arus bias secara tidak langsung. Lebih baik arus biasnya diukur secara langung dengan mengukur arus dari tegangan power supply. Atur R8 agar arus power supply menjadi sekitar 31 mA.

Pemilihan transistor final hanya karena murah saja. Jika ada transistor dengan fT yang lebih tinggi maka THD pada frekuensi tinggi akan turun.

Hasil Simulasi

Phase Margin = 84 derajat, Gain Margin = 36 dB
THD pada 8W/8Ohm 1kHz -> 0.004039%
THD pada 8W/8Ohm 20kHz -> 0.016848%
Slew Rate = 33 V/µS

Karena phase margin dan gain margin cukup besar, maka tidak masalah kalau tidak memakai induktor pada outputnya. Namun ada baiknya outputnya diberi induktor 1µH yang diparalel dengan resistor 2.2 Ohm/0,5W.

Amplifier ini tidak disarankan dibebani dengan speaker 4 Ohm. Beban paling kecil 6 Ohm. Untuk beban speaker 6 Ohm transistor driver perlu diganti dengan arus kolektor maksimal yang lebih besar seperti BC327 (Q8) dan BC337 (Q7).

Power supply

Trafo menggunakan 15V CT 2A. Dioda penyearah memakai 1N5401 atau sejenisnya (dioda 3A). Elco memerlukan minimal 3300uF.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Desember 2014 in Audio

 

Tag: ,

2 responses to “Kolibri Amplifier

  1. Harits Abdillah

    24 Januari 2015 at 09:37

    Izin copi perkututnya ya. Terimakasih

     
  2. sori khan

    23 Februari 2015 at 22:39

    mantap mas (y)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: