RSS

Merancang Amplifier Untuk Sound System Yang Terdistribusi (Bagian II)

13 Nov

Setelah membuat rancangan amplifier untuk sound system yang terdistribusi, maka diperlukan rancangan power supply nya. Tegangan power supply amplifier ini adalah +-77V, maka diperlukan trafo 55VCT. Daya maksimal amplifier adalah 333W maka jika diperkirakan efisiensinya sebesar 70% dibutuhkan daya 475W pada trafo, sehingga arus trafo maksimal adalah 4,3A. Trafo yang ada di pasaran adalah 5A.

Kemudian op-amp NE5532 memerlukan tegangan +-15V 10mA yang teregulasi. Regulator tegangan dipakai IC 7815 dan 7915 yang mudah didapat. Trafo yang diperlukan adalah 15VCT 100mA. Trafo 15VCT ini boleh jadi satu dengan trafo 55VCT asal gulungan sekundernya terpisah. Jika tidak maka pengaturan titik ground akan lebih sulit dan mudah terjadi dengung.

Rangkaian power supply bisa dilihat di bawah ini.

Power suppy distributed amp

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2014 in Audio

 

Tag: ,

8 responses to “Merancang Amplifier Untuk Sound System Yang Terdistribusi (Bagian II)

  1. kf

    13 November 2014 at 07:41

    D1, D2, R3 dan C13 berfungsi sebagai apa, selama ini saya melihatnya langsung saja tanpa tambahan komponen tersebut, trima kasih
    penjelasannya.

     
  2. anistardi

    13 November 2014 at 08:28

    D1, D2 dan R3 untuk safety jika ground/earth pada amplifier ada tegangan AC terlalu tinggi sehingga tidak membahayakan pengguna dan sekaligus berfungsi untuk mencegah terjadinya ground loop. Ini akan berfungsi jika pada listrik PLN ada ground nya. Ini menjamin beda potensial antar ground/earth tidak lebih besar dari +-1V. C13 untuk mem-bypass frekuensi tinggi agar pada frekuensi tinggi ground nya sama. Rangkaian ini disebut loop breaker.

     
  3. kf

    13 November 2014 at 21:18

    pak anistardi, bagaimana kalau D1, D2 dan R# di baypass saja ?

     
    • anistardi

      14 November 2014 at 02:48

      Terserah dari yang mau bikin apakah mau menyertakan rangkaian buat safety atau tidak. Safety tujuannya untuk jaga-jaga, jadi pada keadaan normal tidak diperlukan.

       
  4. kf

    14 November 2014 at 12:32

    ya ya, saya mendapatkan jawaban secara eksplisit, bahwa dengan membypass D1, D2, R3 akan menyebabkan tidak safety pada kondisi tertentu….

     
  5. Andika Xp

    14 Juli 2015 at 18:17

    Kang, penyebab, suara ampli menderu sangat keras apa ya? Ini kedua kalinya saya menemukan kasus serupa. ini terjadi di ampli teman saya, awalnya potensio bass yang ga bisa di kecilin. kalo di kecilin akan terjadi suara deruan yg sangat keras. sekarang tambah parah. saat ampli baru menyala, suaranya langsung menderu tidak karuan.

    Powernya masih baru dan masih belum di apa-apain. merknya Bell mosfet 2x 200watt. apa ini terjadi karena speaker protector atau bagaimana?

     
    • anistardi

      14 Juli 2015 at 18:24

      Coba input amplifiernya jangan dihubungkan apa-apa. Lalu hidupkan amplifiernya. Jika masih ada suara “menderu” atau hum kemungkinan ada “ground loop”. Ini karena jalur-jalur ground -nya tidak benar. Usahakan ground amplifier, ground sinyal input, dan ground speaker pada satu titik di pertemuan elco power supply (jangan di terminal CT trafonya).

       
      • Andika Xp

        21 Juli 2015 at 19:55

        Udah di terapin kang. Awalnya sih aman, lalu PA di matikan dan di nyalakan kembali setelah beberapa detik dan penyakitnya kumat lagi😦

        Besok saya bongkar lagi semuanya, semoga saja permasalahannya terpecahkan

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: