RSS

Perkutut Amplifier

14 Okt

Sepertinya sudah waktunya rancangan OCL150 diistirahatkan dan diganti dengan rancangan yang hampir sama sederhananya dan dengan pemilihan komponen yang lebih baik. Komponen tersebut harus mudah didapat di toko-toko elektronik baik konvensional maupun online setidak-tidaknya yang ada di Jakarta.

Dari pemikiran tersebut maka saya membuat simulasi rancangan amplifier yang saya namakan Perkutut, yang artinya kecil dan sederhana tapi bersuara merdu (harapannya). Schematicnya ada di bawah ini.

perkututSCH

Keterangan:

Resistor yang tidak dicantumkan ratingnya memiliki rating 0,25W kecuali R20 yang memiliki rating 1W.

Perbedaan utama dari OCL150 adalah amplifier ini kelas AB atau lebih tepatnya kelas AB dengan arus bias yang optimal dengan bias servo Q5. Arus bias diatur oleh trimpot R12 sehingga arus kolektor Q8 – Q11 masing-masing sebesar 70 – 80 mA. Ini didapat dengan mengukur tegangan di antara kedua kaki resistor 0,33 (R23/R24/R27/R8) sebesar 23 – 26 mV. Ini dimaksudkan agar cacat crossover minimal.

Perbedaan kedua adalah tambahan kompensasi C10. Kompensasi ini disebut lead compensation atau oleh Douglas Self dinamakan  input-inclusive compensation. Penggunaan C10 dimaksudkan agar bisa nilai C11 (Miller compensation) bisa kecil dengan phase margin dan gain margin yang memenuhi syarat. Akibatnya slew rate akan meningkat.

Prinsip kerja rancangan ini sederhana. Penguat diferensial Q1 dan Q3 arus kerjanya ditentukan oleh sumber arus tetap Q2 sebesar 2mA. LED1 harus berwarna merah, sehingga tegangan majunya 1,56V pada arus 1mA. Ini menyebabkan arus kolektor Q2 menjadi 2 mA. R5 sebesar 680 Ohm sehingga arus kolektor Q1 dan Q3 hampir sama. Makin mendekati nilai arus kolektor Q1 dan Q3, makin kecil cacat harmoniknya. Untuk pencinta kesempurnaan, bisa mengganti R7 dengan trimpot 1K. Atur R7 agar tegangan pada R6 dan R8 sama. R6 dan R8 gunanya untuk meningkatkan slew rate namun nilainya tidak bisa terlalu besar karena akan mengurangi penguatan loop terbuka yang kecil.

R14 dan R15 dipilih agar arus kolektor Q4 menjadi 6,9 mA Dipilih arus VAS setinggi ini agar slew rate nya tinggi.

Pemilihan transistor untuk penguat diferensial haruslah yang hFE nya tinggi dan low noise. 2SC1845 memenuhi kriteria ini. Sedangkan untuk Q2 tidak ada kriteria khusus dan disamakan saja dengan Q1 dan Q3. Untuk transistor VAS Q4 haruslah yang Cob nya kecil dan Early Voltage nya tinngi. Sebenarnya 2SA1381 atau KSA1381 lebih baik, sayangnya transistor ini sulit didapat. Toko elektronik di Indonesia sama seperti kebanyakan orang Indonesia yang lambat menyerap informasi perkembangan tehnologi. Oleh karena itu saya ganti dengan 2SA1360 yang Early Voltage nya tidak setinggi 2SA1381. Untuk transistor driver pada output double emitter follower, digunakan 2SC5171 dan 2SA1930 yang hFE nya cukup tinggi ditambah bonus fT tinggi dan Cob rendah. Makin tinggi hFE transistor driver makin tinggi impedansi inputnya, sehingga beban VAS menjadi semakin ringan dan cacat harmonik menjadi rendah. Untuk transistor final memakai 2SC5200 dan 2SA1943 yang murah dan cukup bagus. Kriteria utama transistor final adalah fT tinggi dan hFE tidak turun terlalu rendah pada arus kolektor yang tinggi. Boleh dibilang tipe transistor baru yang dibuat 10 tahun terakhir ini semuanya memenuhi syarat ini.

Hasil simulasi

Phase Margin = 86 derajat, Gain Margin = 17 dB
THD pada 74W/8Ohm, 1kHz —-> 0.024699%
THD pada 74W/8Ohm, 20kHz —> 0.028490%
THD pada 148W/4Ohm, 1kHz —> 0.031521%
THD pada 148W/4Ohm, 20kHz -> 0.034516%
Slew Rate = 37V/uS

Jika Q4 diganti dengan 2SA1381:

Phase Margin = 85 derajat, Gain Margin = 14 dB
THD pada 74W/8Ohm, 1kHz —-> 0.003974%
THD pada 74W/8Ohm, 20kHz —> 0.013361%
THD pada 148W/4Ohm, 1kHz —> 0.006347%
THD pada 148W/4Ohm, 20kHz -> 0.014441%
Slew Rate = 37V/uS

Harmonic profile pada 1 kHz, 1 Watt rms, 8 Ohm:

Perkutut1kHz

Harmonic profile pada 20 kHz, 1 Watt rms, 8 Ohm:

Perkutut20kHz

Grafik PSRR (Power Supply Ratio Rejection) yang tidak istimewa sehingga perlu power supply yang bagus seperti pada artikel Blameless 150:

PerkututPSRR

Frekuensi respon sinyal kecil tanpa input filter:

Perkututfreqres

Open loop dikurangi closed loop untuk melihat kestabilan amplifier:

Perkututtianprobe

Cacat intermodulasi dengan metode CC-IF:

Perkututim

Kondisi saat terjadi clipping pada frekuensi 20kHz dan beban 8 Ohm:

Perkututclip

Layout yang disarankan:

perkututPCBtop

perkututPCBbottom

Layout PCB dengan ukuran 16,7 cm x 8,5 cm oleh Daniel Suroyo (belum diuji coba):

perkutut bottom

perkutut top

Pemilihan Komponen

Untuk mendapatkan kualitas yang mendekati hasil simulasi dan kualitasnya stabil terhadap perubahan suhu, maka komponen resistor dan kapasitor yang disarankan adalah sebagai berikut:

Semua resistor 1/4 Watt dan 1/2 Watt memakai resistor metal film agar noise-nya minimal. Resistor 5 Watt gunakan tipe yang induktansinya rendah. Resistor yang induktansinya tinggi seperti wirewound akan mengurangi kestabilan amplifier. Namun karena phase margin dan gain margin-nya cukup besar, pengaruh induktansi pada resistor ini cukup kecil.

Kapasitor 100nF untuk de-coupling power supply disarankan tipe keramik atau MKT yang memiliki frekuensi resonansi yang sangat tinggi. Lebih baik tipe SMD (Surface Mount Device) atau chip, karena makin panjang kaki komponen ini makin menambah induktansi series-nya sehingga resonansi frekuensinya makin turun. Jadi tidak efiktif untuk menghilangkan noise frekuensi tinggi di power supply.

Kapasitor C10 dan C11 harus kapasitor yang koefisien suhunya mendekati nol. Kestabilan amplifier ditentukan oleh komponen ini. Tentu kita tidak ingin kestabilannya berubah terhadap suhu. Tipe yang cocok adalah Silver Mica atau Ceramic NP0/COG. Namun toko elektronik di Indonesia tidak menjual Ceramic NP0/COG, umumnya yang dijual adalah Ceramix X7R atau X5R. Kalau silver mica bisa didapatkan di toko komponen khusus untuk audio.

C1, C2, C13 gunakan kapasitor film MKP dan C17 adalah tipe MKT untuk mendapatkan THD yang kecil. Khusus untuk C7 dan C9 gunakan capacitor elektrolit (Elco) yang kualitas tinggi, misalnya merk Muse yang bisa didapatkan di toko-toko komponen khusus audio.

Jangan sekali-sekali pakai kapasitor Mylar di rangkaian audio.

Hasil Implementasi

Di bawah ini foto-foto hasil implementasi dari salah satu member solfegio yang mengijinkan saya memuatnya di sini.

perkutut1

perkutu2

Komentarnya bisa dilihat di sini.

Sedangkan di bawah ini adalah hasil implementasi dari Still4given (member dari diyaudio.com):

Perkutut_Terry1

Perkutut_Terry2

Komentarnya ada di sini.

Saya bikin versi kitnya dengan sedikit modifikasi agar harmonic profile nya lebih bersifat monotonic (harmonik kedua paling besar, harmonik ketiga lebih kecil, dan seterusnya) pada seleuruh frekuensi audio. Lalu pada bagian input dan VAS diberi capacitance multiplier agar PSRR nya lebih tinggi. Kit diproduksi oleh Daniel Suroyo. Kitnya seperti ini:

perkutut kit

Untuk versi daya yang lebih besar, menyusul.

Hasil Rekaman Suara Amplifier Perkutut

Amplifier ini direkam dengan memakai speaker bookshelf DIY seorang teman dan di depannya memakai dua buah microphone. Hasilnya seperti ini: https://drive.google.com/file/d/0B_YjNKMKpzoLMGp4QnFsc1lTUDQ/view

 
115 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Oktober 2014 in Audio

 

Tag: ,

115 responses to “Perkutut Amplifier

  1. sekopatiko

    17 Oktober 2014 at 10:13

    supaya lebih mudah bagi orang awam, saya ada usul untuk dilakukan penggantian trimpotnya dengan resistor saja Pak. kira2 nilainya berapa ?

     
    • anistardi

      17 Oktober 2014 at 11:04

      Trimpot dipakai karena VBE transistor walaupun sama tipenya tapi karakteristiknya tidak bisa sama persis. Jadi untuk mendapatkan arus bias sebesar 70 – 80 mA nilai resistornya akan berbeda setiap kali kita bikin lagi. Kalau trimpot mau diganti dengan resistor standard, coba mulai dari nilai 470 lalu 390, 330, dan seterusnya sampai arus biasnya 70 – 80 mA. Jika kita bikin dua amplifier kemungkinan nilai resistor ini akan berbeda.

       
  2. gedexs

    5 November 2014 at 22:27

    maaf pak Bimo itu skemanya kok buram ya ???

     
    • anistardi

      6 November 2014 at 00:29

      Coba diklik pada skemanya.

       
  3. farhancellular

    7 November 2014 at 02:47

    sip maju terus kang….akan saya coba implementasikan layoutnya ke PCB…

     
  4. moh afton

    8 November 2014 at 23:50

    Pak … maaf sebelumnya,saya baru belajar elektronika.saya mau tanya,kira-kira untuk mengukur bias menggunakan avometer pada rangkaian tersebut di atas,probe (-) dan (+) di taruk dimana ya saat memutar VR-nya?

     
    • anistardi

      9 November 2014 at 02:06

      Pada kedua ujung kaki dari resistor 0.33 Ohm 5 Watt. Misalnya di R27, probe (+) pada emitor Q10 dan probe (-) ke output. Atur VR agar terbaca tegangan 23 mV sampai 26 mV. Jika sulit mendapatkan pembacaan sekecil itu, maka letakkan probe(+) pada emitor Q10 dan probe (-) ke emitor ke Q11. Atur VR agar terbaca tegangan 46 mV sampai 52 mV. Lalu diamkan selama 15 menit agar pendingin menjadi hangat dan atur kembali biasnya.
      Jangan lupa Q5 ditempel pada pendingin transistor finalnya. Pendingin transistor driver bisa tersendiri atau jadi satu dengan transistor finalnya.

       
      • heru

        19 September 2016 at 08:28

        apakah sama pak cara seting bias seperti ini bisa dilakukan ke semua power ampli(clas A,B,H)

         
      • anistardi

        19 September 2016 at 11:09

        Untuk kelas B tidak ada setting bias, arus biasnya dibuat tetap sebesar nol atau sangat kecil.
        Untuk kelas A arus bias disetting sebesar setengah dari arus puncak maksimal bebannya pada output push-pull.
        Untuk kelas H tergantung low voltage-nya apakah pakai kelas B atau kelas AB.

         
  5. kf

    15 November 2014 at 07:51

    Pak, apakah THD sekecil itu real hasil pengukuran dengan komponen yang ada, atau hasil simulasi ?

     
    • anistardi

      15 November 2014 at 08:05

      Pada artikel tersebut sudah disebutkan bahwa itu hasil simulasi. Hasil implementasi yang baik bisa sangat mendekati hasil simulasi. Perhatikan tata letak komponen, rancangan PCB dan pemilihan komponen agar hasilnya bisa mendekati hasil simulasi.

       
  6. kf

    15 November 2014 at 13:19

    terima-kasih atas hasil jerih payah bapak yang dipublikasikan yang tentu sangat membantu dalam memahami system audio, saya pribadi ingin mendapatkan hasil pengukuran riil atas power yang telah bapak rancang….sehingga saya bisa mulai belajar dengan lebih baik

     
  7. kf

    16 November 2014 at 20:41

    Menunggu rancangan dari saya adalah pujian yang sangat tinggi bagi saya, namun hal ini menyemangati saya untuk belajar soal system power audia….doakan pak saya bisa merancang, tapi masih pingin mempunyai alat signal generator, audio spektrum meter dan THD meter….

     
  8. ghufron

    22 Desember 2014 at 20:36

    salam kenal pak sekalian mw nanya, perkutut PA ini kalau di aplikasikan untk driver sound lapangan daya/watt besar apa ada komponen yh harus di rubah? terima kasih

     
    • anistardi

      23 Desember 2014 at 05:20

      Banyak yang harus dirubah agar kualitas suaranya tetap sama. Misalnya bagian output harus pakai triple emitter follower dan jumlah transistor finalnya harus disesuaikan dengan daya maksimalnya. Resistor untuk beban VAS juga harus diganti nilainya disesuaikan dengan tegangan power supply yang digunakan.

       
  9. Afton

    15 Januari 2015 at 09:47

    Maaf pak Bimo … untuk C jenis Wima bisa didapat dari toko apa ya?maksudnya toko online … saya berada di kota kecil jadi masih sulit mendapatkan C jenis Wima untuk di implementasikan di Perkutut Amplifier karya pak Bimo.

     
  10. Afton

    15 Januari 2015 at 22:35

    Terima kasih pak bimo …

     
  11. Dodi Satria

    17 Februari 2015 at 16:11

    klo yg blameles 1200 ada ga pak,klo mo pesen kmn y

     
    • anistardi

      17 Februari 2015 at 16:19

      Untuk Blameless 1200 tidak saya bikin kitnya. Semua skematik yang saya berikan dengan nilai komponennya, tidak saya jadikan kit. Hanya untuk menunjukkan kalau amplifier dirancang dengan benar, akan menghasilkan kualitas yang baik. Semua orang yang sudah mencoba rancangan saya tersebut mengaku puas, bahkan ada yang bilang kualitasnya melebihi amplifier yang pernah dia buat.
      Kit amplifier yang saya jual akan saya usahakan memiliki kualitas suara yang lebih baik daripada rancangan saya yang gratis.

       
      • Dodi Satria

        18 Februari 2015 at 13:18

        kit blameless 150 klo ada sy mau pak brp+ ongkir yg 1200 boleh jg,soalnya sy ga bs utak atik pak,pengenya trima beres
        thank’s(hrg d email ja pak)

         
  12. Sarjono si jhon

    7 Maret 2015 at 10:10

    salam kenal gan, saya punya power boomber 600w stereo untuk rumahan, pake tone control 007s bass minim trebel agak kasar, saya tambah galaxy ic 4588 atu berapa saya agak lupa, tp suara jd tidak natural. suara jd boomy kurang responsip tdk seperti power yg bt mobil. jadi bikin telinga lelah, trebel jd agak halus tp dempet. mohon ulasannya. saya cm hoby otak atik elektro. terima kasih

     
    • anistardi

      7 Maret 2015 at 10:48

      Silakan coba amplifier ini dan bandingkan tanpa aksesori lainnya. Mungkin op-amp yg dimaksud adalah NJM4558. Op-amp ini slew rate nya terlalu kecil. Saran saya pakai op-amp dgn slew rate sama atau lebih besar dari 6V/uS, misalnya NE5532.

       
  13. Sarjono si jhon

    7 Maret 2015 at 10:14

    transistor. saya pake sanken tp hanya 1set per blok. soalnya hanya untuk ruangan.

     
    • anistardi

      7 Maret 2015 at 10:52

      Untuk transistor 2SC2922 dan 2SA1216 bisa dipakai 1 set saja untuk power supply +-45VDC. Bisa dibebani dgn speaker 4 Ohm tapi dengan pendingin yang cukup besar. Lihat artikel Tekukur Amplifier.

       
  14. Fajar

    18 Maret 2015 at 13:25

    Terimakasih ilmunya pak.. sangat bermanfaat.
    Saya mempunyai banyak pertanyaan mohon di bantu ya pak.. maklum masih newbie.
    Apakah cocok amplifier ini untuk gitar? Kebetulan saya mau buat amplifier untuk gitar saya.
    Dan bisakah input di pasang jack female gitar?
    Kemudian berapa ampere trafo yg di butuhkan?
    Satu lagi. Ini cocok intuk speaker brapa inch ya pak?
    Maaf banyak tanya. Hehe..
    Terimakasih pak..

     
    • anistardi

      18 Maret 2015 at 14:00

      Biasanya amplifier untuk alat musik merupakan bagian dari sound effect sehingga keluar karakter tertentu yg diinginkan. Amplifier tersebut memiliki cacat yang cukup besar sehingga merubah karakter suara. Amplifier Perkutut memiliki suara akurat kalau memakai speaker yang bagus. Cocok untuk amplifier hi-fi digunakan di rumah. Amplifier ini memiliki daya sekitar 100W pada 8 Ohm atau 150W pada 4 Ohm. Bisa memakai speaker 100W sampai 200W. Trafo yang digunakan 32VAC CT 10A untuk stereo, 5A untuk mono. Diameter speaker (dalam inchi) tidak ada hubungannya dengan impedansi dan daya maksimalnya. Lihat impedansi dan daya maksimal speakernya, bukan diameternya.

       
      • Fajar

        19 Maret 2015 at 08:27

        Apakah kit ini masih membutuhkan tone control pak? Untuk pengatur volumenya.
        Itu memang bener 32vac? Bukan dc ya?

         
      • anistardi

        19 Maret 2015 at 08:52

        Pakai trafo CT 32VAC atau +-45VDC. Ini hanya amplifier. Kalau ada volume control dan tone control dalam satu box dinamakan integrated amplifier. Artinya amplifier + pre-amp. Tentang pre-amp bisa baca artikelnya di blog saya. Harusnya blog saya dibaca mulai dari awal biar ada gambaran.

         
  15. Fajar

    20 Maret 2015 at 10:43

    Berarti kalau +-45vdc ground nya ga usah di kasih ya mas? Atau ground nya di hubung ke casing?

     
  16. rafii

    27 Maret 2015 at 20:40

    mau tanya pak. selain SA1360/SA1381 apa ya? sulit sekali cari komponen ini.

     
  17. Joxzin Joxzin

    29 Maret 2015 at 21:54

    punya design power watt kecil -+ 10-20w buat pc om ,sekalian preamp
    thanks sebelumnya

     
    • anistardi

      29 Maret 2015 at 22:55

      Ada, baca artikel Kolibri Amplifier dan Simple Pre-amp di blog ini. Atau kalau mau lebih sederhana amplifiernya bisa pakai LM1875.

       
  18. firman putra

    31 Maret 2015 at 06:31

    sekedar tanya pak..apa saja penyebab dumyload yg tk beraturan,ini kit ocl 300w,mohon solusi dan bimbinganya..salam kenal..trimakasih.

     
    • anistardi

      31 Maret 2015 at 08:11

      Maksudnya tidak beraturan?

       
  19. firman putra

    31 Maret 2015 at 06:35

    tr final tsb5200+istri,tr drver mje 340/350. psu 10a/36vac ct.

     
  20. Fajar

    14 April 2015 at 11:49

    Pak. Amplifire ini masih membutuhkan tone control / pre amp/ semacamnya? Saya kasih input langsung dari hp tidak bisa..

     
    • anistardi

      15 April 2015 at 00:23

      Tergantung tegangan inputnya. Jika terlalu kecil bisa diberi pre-amp, jika cukup besar cukup pakai potensiometer sebagai volume control.

       
      • Fajar

        16 April 2015 at 14:07

        Untuk +-42v 5A apa terlalu kecil pak?

         
      • anistardi

        17 April 2015 at 03:28

        PSU +-45V 5A bisa untuk mono, kalau stereo arusnya kurang.

         
  21. Febz Chandra

    21 April 2015 at 14:35

    terima kasih pak.
    amplifier ini jika saya menggunakan transistor final lebih dari 2pair, dan design layout tata letak komponen saya buat memanjang seperti halnya layout *pex apakah mempengaruhi kualitas suara? dan untuk penggunaan final lebih dari 2pair apakan harus ada perubahan komponen lain?
    mohon bimbingannya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

     
    • anistardi

      21 April 2015 at 15:09

      Kalau tegangan powersupply nya sama, penambahan transistor final, amplifiernya akan mampu dibebani dgn impedansi yg lebih rendah. Perkutut amplifier dirancang mampu dibebani speaker sampai 4 ohm. Jika ditambah transistor final bisa dibebani dgn speaker 2 ohm tapi THD nya akan naik pada beban 2 ohm tersebut. PCB yg dirancang dgn benar hasilnya akan mendekati hasil simulasi.

       
      • Febz Chandra

        22 April 2015 at 10:16

        terima kasih banyak atas jawabannya pak.
        saya sudah membuat rangkaian dgn 6pair transistor final menggunakan heatsink umum berukuran 31x11cm, saya menggunakan powersupply 15a 42vac, dari hasil uji dengar dgn speaker 3way tanpa crossover pasive dan tanpa pre-amp, source dari komputer, suara low sampai mid terdengar transparan dan detil, tpi terdengar adanya distorsi di high freq yg cukup mengganggu, ketika saya naikan supply di 47vac, distorsi di high freq sdh tdk terdengar lagi, tapi panas heatsink diatas batas wajar, mohon solusi untuk kendala tsb pak.
        sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

         
      • anistardi

        22 April 2015 at 15:31

        Perkutut Amplifier hanya dirancang untuk memakai trafo 32VAC. Kalau memakai trafo yg tidak sesuai, titik operasinya (tegangan dan arus) akan berubah. Demikian juga performanya (THD, slew rate) akan berubah.

         
  22. thomi

    23 April 2015 at 13:23

    permisi pak, mau tanya
    misalkan kita menambah jumlah tr final (paralel) dgn tipe ya sama tanpa merubah komponen yg lain apa pengaruhnya trhadap kualitas suaranya.? dan apa kita juga harus menambah resistor kapur (5w0,22ohmj) mengikuti jumlah dari tr final yg kita paralel itu.?
    terimakasih

     
    • anistardi

      23 April 2015 at 13:29

      Ditambah resistor basis dan emittor dan tegangan powersupply nya harus sama.

       
  23. andrie

    26 April 2015 at 21:30

    Klo pake speaker subwofer teganganya 200 watt .. powernya harus brp watt ya pak . Dan trafonya brp amper

     
    • anistardi

      26 April 2015 at 21:58

      Daya amplifiernya 200 watt atau kurang. Jika impedansi speaker 8 ohm, diperlukan trafo 45VCT 4A untuk mono (amplifier kelas AB).

       
      • andrie

        26 April 2015 at 22:17

        Saya kan beli speaker merek legancy 6 ins pak , inpedansinya 4 sampai 8 ohm . Nah rencana sih saya mau beli amplifiernya mono yg 400 watt . Trus transisttor finalnya pake sanken . Nah kira2 gmn pak , mohon dijelasin dan di kasih saran biar speaker legency 6 ins saya bisa menghasilkan suara yg menggelegar dan maksimal . Mksh

         
      • anistardi

        27 April 2015 at 00:47

        Speaker Legancy atau Legacy? http://www.legacy.us.com/products.php?categ=K11 Impedansi dan daya maksimal yg tertulis di speakernya berapa?

         
      • andrie

        27 April 2015 at 16:16

        Maaf slh ketik yg bener legacy .
        Impedansinya 4 sampai 8 ohm pak .
        Trus daya mksimalnya 200 watt yg tertera di speaker .
        Mohon dikasih arahan pak .

         
      • anistardi

        27 April 2015 at 17:01

        Kalau impedansinya 4 Ohm daya maksimal 200watt, cukup pakai ampli 150W/4Ohm. Trafo 32VCT 5A untuk mono.

         
      • andrie

        27 April 2015 at 20:12

        Itu speakernya subwoofer lho pak dobel koil . Katanya tmenku klo speakernya subwoofer arusnya harus besar .
        Klo saya pake amplifier 400 watt gmn pak . . .
        Overhead ngak ya pak …

         
  24. andrie

    27 April 2015 at 20:13

    Itu impedansinya sampai 8ohm kok pak .

     
    • anistardi

      27 April 2015 at 21:39

      Yang bener 4 ohm apa 8 ohm?

       
      • andrie

        27 April 2015 at 22:35

        Tulisanya yg tertera di speaker 4 – 8 ohm pak .

         
      • anistardi

        27 April 2015 at 23:44

        Yang dicentang yg 4 ohm atau 8 ohm? Atau ukur tahanannya.

         
      • andrie

        28 April 2015 at 06:56

        Owww ternyata 4 ohm pak …

         
  25. Donny

    7 Mei 2015 at 05:02

    pak, sy sdh mengimplementasikan amplifier ini, menurut telinga sy suara yg dihasilkan cukup transparan dan tdk mendominasi di range freq tertentu saja, walaupun sy tdk menggunakan jenis komponen yg bpk rekomendasikan, krn di sekitar tmpat tinggal sy cukup sulit mendapatkan komponen yg berkualitas.
    yg jadi kendala sy yaitu heatsink terasa panas selang waktu +-10menit stelah amplifier sy nyalakan, walaupun tanpa input.
    memang sepertu itu atau mungkin rangkaian sy yg bermasalah pak?
    sebelumnya terima kasih.

     
    • anistardi

      7 Mei 2015 at 05:35

      Amplifier kelas AB memang begitu. Pendinginnya harus cukup besar, jadi saat tidak ada sinyal suhunya sekitar 40 sampai 45 derajat. Dalam keadaan apapun suhu pendinginnya tidak boleh lebih dari 60 derajat.

       
  26. Donny

    7 Mei 2015 at 15:24

    ini panasnya setara rangkaian ocl standar yg bekerja 30mnt dgn volume sedang pak, jd sy blm berani untuk burn in amplifier ini.
    komponen yg sy gunakan Q1,Q2,Q3 sesuai skema, Q4 mje350, Q5 mje340, driver a1837/c4793, c10 12pF sulit mncari yg sesuai skema. tr final c5200/1943.
    apa salah pemilihan komponen pak? atau mungkin kualitas tr final yg sy gunakan kurang bagus? bagaimana cara membedakan sepasang tr 5200 yg original dan yg tdk?

     
    • anistardi

      7 Mei 2015 at 17:14

      Arus biasnya berapa?

       
      • Donny

        7 Mei 2015 at 18:09

        teg bias +-48mV pak antar kaki emitor, teg ini beda ketika HS dingin da panas, semakin panas teg makin tinggi juga, apa memang spt itu? sy set +-48mV ketika HS panas.

         
      • anistardi

        7 Mei 2015 at 18:15

        Berarti sudah benar. Kalau amplifiernya tidak berosilasi artinya pendinginnya kurang besar. Amplifier kelas AB memang berbeda dengan kelas B. Pada kelas B, saat tidak ada sinyal transistor final tidak panas sama sekali karena arus biasnya nol atau sangat kecil. Silakan baca artikel tentang amplifier kelas A, AB, dan B di blog ini.

         
  27. Donny

    7 Mei 2015 at 18:30

    terima kasih pak, nanti saya coba memasang HS yg lebih besar lagi.
    1 lagi pertanyaan pak, untuk pembuatan lilitan pada output, yg pas brp diameter email, diameter lilitan, dan berapa kali lilitan?

     
    • anistardi

      7 Mei 2015 at 19:18

      Untuk induktor 1,5uH pakai diameter kawat email 1mm, lalu gulung pada diameter 15mm sebanyak 11 lilitan. 14 lilitan untuk 2uH. Nilai induktansi umumnya tidak perlu presisi.

       
      • Donny

        7 Mei 2015 at 23:12

        terima kasih ilmunya pak, sy banyak bljar dr bpk.

         
  28. pendik pratama

    23 Mei 2015 at 20:13

    selamat malam pak, saya kesulitan mencari kom[onen 2sc 1845
    2sa 1360

    2sc5171
    2sa1930
    dan C4,7p

    adakah alternatif lain. trimakasih

     
    • anistardi

      23 Mei 2015 at 21:41

      2SC1845 bisa diganti dengan 2SC2240 atau 2N5551 dengan urutan kaki yang berbeda. 2SA1360 bisa diganti dengan BF470 atau 2SA1209 atau 2SA1381. Bisa juga diganti MJE350 tapi performanya akan turun. 2SC5171 bisa diganti dgn 2SC4793. Capacitor 4,7p bisa diganti 5p atau 5,6p atau 6,8p.

       
  29. pendik pratama

    26 Mei 2015 at 19:19

    selamat malam pak, 2sc1845 sudah dapat, tinggal vas dan driver.
    mau tanya, input perkutut kan ada 2, input – dan +, sdangkan dari aksesoris cuma 1. bagaimana pak bimo?
    maaf banyak nanya soalnya pengen ngrakit perkutut dan sudah sampai 90%

     
    • anistardi

      27 Mei 2015 at 00:09

      input + ke sinyal input dan input – ke ground input

       
  30. pendik pratama

    30 Mei 2015 at 19:43

    saya tadi mengimplementasikan perkutut. tetapi R100ohm dekat dioda pada sisi negatif terbakar pak

     
    • anistardi

      31 Mei 2015 at 08:33

      Coba periksa apakah ada jalur yang short…

       
  31. hery

    7 Juli 2015 at 17:02

    mantap pak… di tunggu versi daya yang lebih besarnya

     
    • anistardi

      7 Juli 2015 at 19:24

      Apa sudah mencoba? Versi lebih besar dalam bentuk kit yang diproduksi oleh Daniel Suroyo.

       
  32. vx.red

    28 September 2015 at 13:51

    maaf pak Anis untuk transistor 2sa1930 bisa di ganti dengan yang lain gak pak ? susah nyari pak

     
    • anistardi

      28 September 2015 at 13:56

      2SA1360 bisa diganti 2SA1381, bisa dibeli online ke Daniel Suroyo (lihat halaman “About”). Bisa juga diganti dengan MJE350 atau KSE350 tapi cacat pada frekuensi tinggi naik dan slew rate nya turun.

       
      • vx.red

        28 September 2015 at 18:59

        oke thank’s pak

         
  33. vx.red

    28 September 2015 at 19:16

    maaf pak Anis yang saya maksud Q7 pada skema kan 2SA1930, apakh bisa d ganti dengan yg lain krn ini paling susah nyarinya pak anis. klo Q4 2SA1360 kan kata pak Anis bisa di ganti dgn mje350/ksa350. apakh bisa pak Q7 ini di ganti dengan mje350/ kse350 jg pak ? maaf pak saya bnyak tanya, krna saya binung pak

     
    • anistardi

      28 September 2015 at 20:02

      Maaf, saya salah baca. Alternatif Q6 dan Q7 adalah 2SC4793 dan 2SA1837.

       
      • vx.red

        28 September 2015 at 20:09

        oke thank’s pak Anis atas jawabannya. jd gak bingung lag skarang, perkutut ini untuk nemeni subwoofer controler kemaren yg pasang icnya kebalik pak Anis. hehehe

         
  34. vx.red

    6 Oktober 2015 at 17:10

    pak Anis gmn cara pesan kit diatas ?, ada temen yg minta bikinin ampli, makanya dari pada ribet saya setrika pcb, blum lg cari komponennya pak. makanya pak klo bisa saya pesen pak Anis ?

     
  35. vx.red

    6 Oktober 2015 at 17:23

    oke thank’s atas jawabannya pak anis.

     
  36. vx.red

    18 Oktober 2015 at 14:53

    pak anis transistor final apakah bisa di ganti dengan d1047 dan b817 ? sebab ada punya 2 pasang nganggur pak anis

     
    • anistardi

      18 Oktober 2015 at 16:33

      d1047 disipasi daya maksimalnya hanya 100W, saya belum pastikan apakah SOA nya masuk untuk beban 4 Ohm atau tidak, tapi kalau untuk beban 8 Ohm tidak masalah

       
      • vx.red

        18 Oktober 2015 at 17:08

        thank’s pak Anis atas jawabannya

         
  37. rusdi

    24 Desember 2015 at 10:17

    mas anis ijin save ya

     
  38. Rusdi Rusdi

    24 Desember 2015 at 10:17

    ijin save pak anis

     
  39. fitra syawali

    27 Desember 2015 at 14:39

    kalo capasitor 2,2 uf nya gak gimana caranya pak??,maklum pemula.

     
    • anistardi

      27 Desember 2015 at 15:56

      C1 bisa diganti dengan capacitor yang nilainya lebih besar. Sebaiknya memakai tipe MKP.

       
  40. fitra syawali

    27 Desember 2015 at 14:43

    pak kalo capasitor 2,2uf nya gak ada diganti dengan apa???.maklum pemula.

     
  41. fitra syawali

    27 Desember 2015 at 15:07

    dcnya emang naik dikit ya pak??

     
    • anistardi

      27 Desember 2015 at 15:58

      Kalau DC Offsetnya terlalu besar R7 bisa diganti dengan trimpot 1K Ohm. Sebelum dinyalakan atur agar trimpot tersebut nilainya 500 Ohm (ditengah2).

       
      • fitra syawali

        27 Desember 2015 at 20:55

        kalo dcnya naik, speakernya emang maju mundur ya pak??

         
      • anistardi

        27 Desember 2015 at 22:06

        Maksudnya DC nya naik seperti apa? Gimana cara mengukurnya? Kalau mengikuti layout PCB dan komponen pada artikel ini, tidak akan ada masalah seperti yang sudah dibuat oleh banyak orang.

         
      • andrieyanta

        27 Desember 2015 at 22:40

        Klo mau pesen bisa g pak dan dijual berapa perkutut amplifier ini pak

         
  42. fitra syawali

    27 Desember 2015 at 15:52

    dcnya kok muncul?

     
  43. andrieyanta

    27 Desember 2015 at 22:34

    Pak klo mau pesen perkutut amplifier ini gmn pak catanya dan dijual berapa .

     
  44. ardy dean

    27 Januari 2016 at 11:36

    daftar komponen nya tidak ada ya mas

     
  45. wachid apriyanto

    14 April 2016 at 19:23

    pak, maaf numpang tanya.
    saya sedang merakit ampli ocl 150 w, sebaiknya di kasih tegangan berapa ya?pakai trafo 5A
    pernah denger untuk mengurangi noise,di input ocl nya di seri kapasitor dg resistor?apa benar?terus skema rangkaian nya gimana?
    terima kasih pak.

     
    • anistardi

      14 April 2016 at 22:31

      Sebaiknya pakai amplifier ini saja. Jauh lebih baik.

       
  46. triyuliyanto95@gmail.com

    3 Mei 2016 at 14:21

    bingung punya travo 5amper merk big besar kuat buat PA berapa watt ya om? dan buat speker berapa inch dan berapa watt ya om,mohon pencerahannya om,maturnuwun om

     
    • anistardi

      3 Mei 2016 at 14:31

      Kalau tegangannya 32VAC CT 5A, bisa buat amplifier 150 watt rms maksimal pada 4 ohm. Cari speaker 4 ohm yg daya maksimalnya sedikit lebih besar dari 150 watt rms (tidak tergantung besarnya diameter speaker).

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: