RSS

DC Offset

09 Agu

Speaker tidak boleh diberi tegangan DC karena akan menggeser coil/spul-nya. Ini menyebabkan spul tidak bisa bergerak secara maksimal dan menghasilkan suara yang cacat. Tegangan DC yang cukup tinggi bisa membakar spul. Oleh karena ini harus dihindari tegangan DC pada speaker.

Kebanyakan amplifier memakai tegangan ganda (positif-ground-negatif) dan menghubungkan keluaran amplifier langsung ke speaker tanpa kapasitor. Pada keluaran amplifier bisa mengandung tegangan DC walaupun cukup kecil dan tidak berbahaya bagi speaker. Tegangan DC pada keluaran amplifier ini disebut DC offset.

Bagaimana meminimalkan DC offset pada sebuah rancangan amplifier? Pada artikel ini akan dibahas caranya, khususnya pada amplifier yang memakai topologi Lin.

 LTP_input

Pada gambar diatas adalah input amplifier yang memakai penguat diferensial atau LTP. Penguat diferensial tersebut dibentuk oleh Q1 dan Q2. Oleh cermin arus Q3 dan Q4, arus kolektor Q1 dan Q2 dipaksa agar sama besarnya. Jika hFE Q1 dan Q2 sama, maka arus basis Q1 dan Q2 juga sama. Arus basis Q1 mengalir melalui R2 dari keluaran amplifier dan arus basis Q2 mengalir melalui R1 dari ground. Jika R1 dan R2 nilainya sama dan VBE dari Q1 dan Q2 sama, maka tegangan pada keluaran amplifier menjadi 0V.

Namun tidak ada hFE dan VBE (tegangan basis-emitor) dari transistor yang sama tipenya yang nilainya sama persis. Juga nilai resistor R1 dan R2 tidak akan sama persis karena adanya toleransi komponen tersebut. Hal ini mengakibatkan tegangan DC pada amplifier tidak 0V. DC offset ini bisa bernilai plus atau minus beberapa ratus mili Volt. Namun amplifier yang dirancang dengan baik, DC offsetnya harus di bawah plus atau minus 50mV.

Untuk memperkecil DC offset, gunakan transistor yang memiliki hFE yang tinggi pada Q1 dan Q2. Ini akan menyebabkan arus basis menjadi kecil. Juga pilih nilai R1 dan R2 yang cukup kecil. R1 dan R2 tidak boleh terlalu kecil karena impedansi masukan amplifier salah satunya ditentukan oleh R1. Umumnya R1 dan R2 dipilih antara 10K sampai 22K Ohm.

VBE dari transistor bipolar memiliki koefisien suhu sebesar -2,2mV/ᵒC. Makin tinggi suhu transistor makin kecil VBE. Jika suhu Q1 dan Q2 tidak sama, maka arus basisnya pun menjadi tidak sama. Untuk mempertahankan agar arus basis Q1 dan Q2 tetap sama walaupun suhunya berubah-ubah, maka Q1 dan Q2 harus ditempelkan badannya sehingga suhu Q1 dan Q2 selalu sama.

Pengaturan DC Offset dengan trimpot

DC offset juga bisa diatur agar mendekati 0V dengan trimpot seperti gambar di bawah ini.

 dc_offset_trimpot

Pengaturan DC Offset dengan DC Servo

DC Servo adalah rangkaian yang “memaksa” keluaran amplifier selalu mendekati 0V, walaupun pada input amplifier diberi tegangan DC dalam jangkauan tertentu. Dan meskipun transistor pada penguat diferensial suhunya tidak sama, DC offset tetap selalu mendekati 0V. Dengan memakai DC Servo ini, DC offset bisa serendah plus atau minus beberapa µV. Input amplifier pun tidak perlu diberi coupling kapasitor atau istilahnya DC coupled.

Contoh rangkaian DC servo ada di bawah ini.

 dc_servo

 DC Servo dibentuk dari op-amp U1A dan U1B. U1A sebagai integrator dan U1B sebagai inverting amplifier dengan penguatan tegangan -1x.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Agustus 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag:

5 responses to “DC Offset

  1. Axl

    23 Mei 2016 at 20:45

    Mas mohon bantuan dan saran,klo mau memakai trimpot dco pada power yiroshi 1500 dipasang dmana ya,trus pke trimpot brapa? Makasih

     
    • anistardi

      23 Mei 2016 at 23:03

      Kalau untuk topologi simetris seperti Yiroshi, pengaturan Dco umumnya dgn memberikan tegangan DC pada titik feedback (basis LTP) dgn tegangan variable antara -3V sampai +3V.

       
      • Axl

        1 Juni 2016 at 07:05

        Makasih mas,,,klo bisa mhon dkrim gmbr ke”abd84azis@gmail.com”trus sama ini mas aku ktmu masalah pas ngrakit yiroshi ini..klo vol dbuka agak knceng kok low nya sember ma,,v b-b predriver 2,6v b-g final 0,9v pke 15A 45vac mas…8set final..

         
      • Axl

        1 Juni 2016 at 07:08

        Sory mas yg 0,9v b-g driver klo di finalnya 0.3v,dco 24mv..

         
  2. Axl

    1 Juni 2016 at 07:07

    Sory mas yg 0,9v b-g driver klo di finalnya 0.3v,dco 24mv..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: