RSS

Simple Pre-amp

25 Jun

Karena adanya casing amplifier yang membutuhkan volume control dan input selector, maka saya bikin rancangan pre-amp yang sederhana. Input selector memakai relay 12V agar perkabelan menjadi rapi. Keluaran dari input selector langsung ke potensiometer sebagai volume control. Dari volume control ke op-amp sebagai penguatan tegangan yang penguatannya sekitar 4x. Rangkaiannya bisa dilihat di bawah ini.

simple pre-amp

Op-amp yang saya gunakan adalah LM4562, namun bisa memakai op-amp lain asalkan slew rate nya lebih besar dari 6V/uS dan low noise. Potensiometernya harus yang bertipe logaritmik. Penguatan tegangannya bisa diganti dengan merubah nilai R4 dan R7, sesuaikan dengan sensitivitas input amplifier yang digunakan.

Implementasinya seperti ini.

CAM00299-2

VSSAcasing

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Juni 2014 in Audio

 

Tag: ,

9 responses to “Simple Pre-amp

  1. Windu Kurniawan

    22 Maret 2015 at 22:28

    Apa pernah dites dg amplifier blameless 150? Kalo pernah bgm gmbran hasilnya? Makasih.

     
    • anistardi

      22 Maret 2015 at 22:33

      Pernah ditest dengan Blameless 150 versi 1.0. Tidak bisa dideteksi adanya perubahan suara dengan dan tapa pre-amp ini (op-amp memakai LM4562). Pre-amp hanya menguatkan tegangan saja. Cacatnya sangat kecil.

       
      • Windu Kurniawan

        22 Maret 2015 at 23:02

        Apakah itu artinya, Jika blameless diaplikasikan untuk home audio, sudah cukup mumpuni jika tanpa pre amp? Misalnya source dr cd player langsung dihubkan ke blameless? Makasih

         
      • anistardi

        23 Maret 2015 at 00:12

        Kalau tegangan inputnya mencukupi tinggal menambah volume control. Blameless 150 memiliki sensitivitas input 0,7V rms. Sebagian CD player memiliki output 2V rms, jadi tidak memerlukan pre-amp. Tapi sebagian mengikuti standard “line level” untuk home audio, yaitu sebesar 0,316 V rms sehingga perlu pre-amp dengan gain 2 sampai 3x.

         
  2. Windu Kurniawan

    18 Mei 2015 at 21:20

    Met Malam.. maaf nanya lagi.. yang dimaksud potensiometer logaritma itu yang seperti apa? Trus bagaimana kita mengetahui potensio itu logaritma atau linear? Adakah ciri khusus, tanpa perlu mengukurnya dengan alat? Terimakasih.

     
  3. fajar

    7 Desember 2016 at 16:47

    Numpang tanya mas, jadi fungsinya seperti buffer aja yah?? terima kasih

     
    • anistardi

      7 Desember 2016 at 16:55

      Buffer itu impedansi input tinggi, impedansi output renda, dan gainnya 1x.
      Sedangkan Pre-amp di atas itu impedansi input tinggi, impedansi output rendah dan gainnya lebih besar dari 1x.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: