RSS

Speaker Protection

12 Jun

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, kali ini saya akan implementasikan pada rangkaian yang sebenarnya. Rangkaian untuk melindungi speaker ini berdasarkan rancangan dari Douglas Self yang sudah saya sesuaikan dengan keperluan saya. Adapun fiturnya adalah:

–          Tundaan waktu relay ON pertama kali dihidupkan.

–          Relay OFF secepat-cepatnya begitu trafo diputus dari sumber listrik.

–          Deteksi tegangan DC pada output amplifier.

–          Saklar muting, bisa diganti dengan thermostat.

Schematicnya bisa dilihat di bawah ini:

SPeaker Protector

Pertama kali rangkaian dihidupkan, R3 mengisi muatan C1 sehingga tegangan C1 naik dari 0V sampai 16,56V terus berhenti karena Q4 menjadi ON disebabkan adanya D1 dan D2. Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian C1 sampai Q4 ON sekitar 4,7 detik. Makin besar nilai C1 makin lama waktu pengisiannya. Jika Q4 ON maka Q8 juga akan ON sehingga relay juga ON. Tipe relay yang digunakan adalah relay 12V dengan resistansi koil sekitar 400 Ohm.

Saat koil relay diberi arus listrik, maka terjadi tegangan balik EMF (Electromotive Force) yang besarnya sekitar -120V. Tegangan ini bisa menyebabkan transistor Q8 rusak. Umumnya pada koil relay diberi proteksi seduah dioda agar tegangan EMF ini menjadi -0,6V saja. Namun di sini diberi proteksi dioda penyearah dan diode zener 15V. Sehingga tegangan EMF pada koil relay sebesar -15,6V dan karena relay diseri maka total tegangan EMF menjadi -31,2V. Ini masih aman buat transistor Q8. Membiarkan tegangan EMF agak tinggi gunanya untuk mempercepat waktu ON relay.

Untuk mematikan relay saat tegangan listrik diputus digunakan D3 dan D4 sebagai penyearah. Jika ada tegangan AC maka transistor Q1 ON sehingga transistor Q2 menjadi OFF sehingga tegangan C1 tidak terganggu. Saat tidak ada tegangan AC, maka transistor Q1 OFF dan transistor Q2 OFF dengan sedikit tundaan oleh R5 dan C2. Diberi sedikit tundaan agar jika tegangan AC hilang sesaat atau turun sesaat karena sesuatu hal, maka transistor Q2 tetap ON.

Output amplifier difilter dengan R17, R18, C5, dan C6 agar yang keluar hanya tegangan DC nya saja. Tegangan DC ini dideteksi oleh transistor Q5 dan Q6 yang saya rancang agar membuat ON transistor Q7 jika tegangannya lebih besar dari 1,8V dan kurang dari -1,8V. Namun kenyataannya saya ukur batas tegangannya adalah 2,1V dan -1,8V. Ini karena toleransi komponen. Tegangan tersebut cukup untuk memproteksi speaker. Jika transistor Q7 ON, maka transistor Q3 juga ON lalu membuang muatan C1 melalui D12. Karena C1 kehilangan muatan maka relay menjadi OFF.

Transistor Q9 untuk mengurangi daya relay. Relay 12V biasanya tetap ON jika diberi tegangan minimal 7V. Namun agar respon ON relay cepat, relay diberi tegangan yang sedikit lebih tinggi. Saat transistor Q8 ON, transistor Q9 juga ON dan menghubungsingkatkan R12. Kemudian  C4 diisi muatannya oleh R13. Saat tegangan C4 nilainya mendekati tegangan emitor transistor Q9, maka transistor Q9 menjadi OFF sehingga tegangan relay menjadi turun karena adanya R12.

Implementasinya ada dibawah ini.

CAM00292~2

Layout PCB

Speaker Protection sch


Speaker Protection top


Speaker Protection bottom

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

5 responses to “Speaker Protection

  1. cartroot

    19 Agustus 2016 at 01:21

    Klo input voltage nya CT +-25VDC, komponen mana yang harus disesuaikan,?
    trims.

     
  2. cartroot

    5 September 2016 at 15:53

    – berapa nilai R23 & R24 nya pak.?
    – dikarenakan input nya DC, apakah D1,D2,D11,&D12 mesti dihilangkan.?
    – menggunakan relay 12v 20A, bisa buat ampli berapa watt pak.?
    thk.

     
    • anistardi

      6 September 2016 at 00:48

      Nilai R23 dan R4 tergantung resistansi coil relay, tegangan relay, dan tegangan power supply.
      Dioda tersebut bisa dihilangkan kalau power supply nya DC tapi saat power OFF relay tidak bisa langsung OFF karena tidak bisa mendeteksi tegangan AC dari power supply.
      Relay 20A bisa dipakai untuk amplifier yg daya maksimalnya sekitar 800W rms pada 4 Ohm.

       
  3. cartroot

    16 September 2016 at 02:49

    pak anis, bisakah kita membuat sebuah speaker protektor untuk 2 amplifier R + L dan 1 amplifier subwoofer. atau sebaiknya terpisah unt sub nya..?
    ( ketiga amplifier di supply dengan 1 PSU.)
    thk.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: