RSS

Macam-macam Proteksi Amplifier

17 Apr

Berbagai macam kerusakan mungkin akan terjadi saat pengoperasian amplifier. Agar amplifier tidak menyebabkan kebakaran atau merusak speaker maka diperlu berbagai macam proteksi. Jenis-jenis proteksi pada amplifier antara lain:

 

  • Perlindungan terhadap beban ouput yang terlalu kecil impedansinya.

Umumnya amplifier dibebani dengan speaker 8 Ohm atau 4 Ohm. Namun seringkali pada penggunaan untuk keperluan Public Address (PA), amplifier dibebani dengan speaker 2 Ohm. Ini sangat tidak disarankan kecuali amplifier tersebut benar-benar dirancang untuk itu. Beban yang terlalu berat (speaker dengan Ohm rendah) akan menyebabkan amplifier bekerja lebih berat dan menghasilkan panas yang lebih tinggi.
Kabel speaker kadang-kadang secara tidak sengaja juga bisa terhubungsingkat.

 

  • Perlindungan terhadap tegangan output yang melebihi tegangan power supply.

Hal ini terjadi jika amplifier dibebani dengan beban yang bersifat induktif.

 

  • Perlindungan terhadap tegangan DC pada output amplifier (DC offset).

Jika ada kerusakan pada komponen amplifier, tegangan DC pada output amplifier bisa menjadi sama dengan tegangan power supply.

 

  • Perlindungan terhadap suhu yang terlalu tinggi.

Amplifier bisa menjadi sangat panas jika lubang udara pada boks/casing amplifier tersebut tertutup. Suhu udara yang tinggi di luar kebiasaan juga bisa menyebabkan amplifier kepanasan. Jika suhu komponen melebihi suhu operasinya maka bisa menyebabkan komponen tersebut rusak.

 

  • Perlindungan terhadap tegangan trainsient pada output amplifier.

Saat amplifier pertama kali dihidupkan sering kali pada outputnya menghasilkan lonjakan tegangan sehingga pada speaker terdengar bunyi “duk”.

 

  • Perlindungan terhadap kliping.

Beberapa topologi amplifier jika terjadi kliping akan menyebabkan cacat harmonik yang sangat tinggi. Cacat harmonik pada frekuensi tinggi yang besar ini bisa membahayakan tweeter jika terjadi dalam waktu yang cukup lama.

 

  • Proteksi internal.

Amplifier membutuhkan proteksi jika ada komponen yang rusak. Umumnya digunakan fuse/sekering. Untuk perlindungan rangkaian dengan arus kecil seringkali diperlukan resistor yang fusible. Artinya resistor tersebut jika arus yang mengalir lebih besar dari kemampuannya, maka akan terbakar dan putus (tidak terhubungsingkat).

Untuk produk amplifier yang dijual di Eropa, dilakukan safety testing dengan menghubungsingkatkan emitor dan kolektor setiap transistor untuk mengetahui bahaya yang mungkin terjadi akibat hal tersebut.
Semua proteksi tersebut menyebabkan rancangan amplifier bertambah rumit dan harganya bertambah mahal. Seringkali juga mengurangi kualitas suaranya (cacat harmonic meningkat, dan sebagainya).

Proteksi terhadap speaker baik dengan relay mekanik maupun elektronik, umumnya seperti ini:

proteksi

Iklan
 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 17 April 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

6 responses to “Macam-macam Proteksi Amplifier

  1. gedexs

    9 November 2014 at 21:15

    kalau untuk mengamankan transistor final agar tidak jebol di saat kabel speaker korslet kira2 ada skemanya nggak pak ??? terima kasih sebulumnya

     
    • anistardi

      9 November 2014 at 21:21

      Kapan-kapan akan saya bahas macam-macam proteksi Safe Operating Area (SOA) transistor final. Kalau untuk proteksi hubungsingkat di output nya, yang paling sederhana pakai fuse/sekering di jalur power supply nya. Tentu saja nilainya harus tepat.

       
      • imam

        28 Juni 2017 at 19:54

        Misi mas,kbetulan ni mas lg bingung,sy pny sub pioneer 12″ peak 1400w,400w rms dobel coil,satu power ampli psu trafo donat sy gulung sendiri dr bks stavolt 1kva amper blm prnh diukur,elco 10.000/80v 4 biji,tr sanken 6set,modul pwr mono 2500w pakai 62v ct. Yg sy tnyakan’knp pd saat volume diatas jam 1,suara mulai pcah,apakah itu pwrnya yg gk kuat ataukah subwoofernya,mhn pncerahannya. Tks mas sblumnya.

         
      • anistardi

        2 Juli 2017 at 11:36

        Coba cek amplifiernya sudah clipping atau belum. Kalau amplifiernya belum clipping tapi suaranya pecah, umumnya karena daya amplifiernya terlalu besar bagi speakernya. Jadi konus speaker akan maju dan mundur lebih jauh dari batas kemampuannya.

         
  2. gedexs

    9 November 2014 at 21:26

    ok terima kasih banyak pak semoga blog ini bisa memberi manfaat bagi para pecinta elektronika

     
  3. ardhi

    7 Maret 2017 at 04:11

    Penambahan overload dan short circuit protection pakai optocoupler apakah bisa pak? trims

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: