RSS

Balance Interkoneksi

21 Feb

Masukan yang balance berguna untuk mencegah noise dan crosstalk pada sinyal masukan tersebut. Ini merupakan standard yang digunakan di audio profesional (audio pro). Namun makin lama makin sering digunakan untuk peralatan hi-fi (audio untuk rumah). Balance interkoneksi bisa juga menghindarkan dari masalah ground loop.

Balance interkoneksi memakai tiga kabel. Kabel pertama adalah kabel ground, dan kabel yang lain adalah kabel sinyal yang fasanya berkebalikan atau berbeda 180 derajat. Balance input dikendalikan oleh balance output dengan konektor standard yang dinamakan XLR. Seringkali sinyal yang sefasa (in-phase) dinamakan “hot” atau “+” sedangkan sinyal yang berkebalikan fasa (anti phase) dinamakan “cold” atau “-“.

Secara teori, jika ada noise yang sama menginterferensi jalur kabel “hot” dan “cold”, rangkaian penerima input balance akan menghilangkan noise tersebut. Karena sinyal “cold” dibalik fasanya lalu dijumlahkan dengan sinyal “hot”. Noise yang ada pada sinyal “cold” juga ikut dibalik fasanya, ketika dijumlahkan dengan sinyal “hot” maka noise pada jalur “hot” berkebalikan fasanya dengan noise yang ada pada jalur “cold”. Namun prakteknya tidak sesempurna yang kita bayangkan. Selisih sedikit saja penguatan absolut pada jalur “hot” dan jalur “cold” maka akan terjadi ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan ini dinamakan common mode ratio rejection (CMRR).

Selain keuntungan di atas, balance interkoneksi juga menghasilkan jangkauan dinamik yang lebih tinggi daripada unbalance interkoneksi. Ini disebabkan karena standard level tegangan pada balance interkoneksi lebih tinggi yaitu 1,228Vrms dibadingkan dengan level tegangan pada unbalance interkoneksi sebesar 0,316Vrms. Impedansi inputnya sebesar 10K ohm.

Disamping keuntungannya ada juga kerugiannya. Rangkaian penerima sinyal balance umumnya memiliki noise yang lebih tinggi daripada rangkaian penerima sinyal unbalance. Namun ini dipadang tidak penting karena lebih penting menghilangkan noise pada kabel yang panjang daripada meminimalkan noise pada rangkaian penerima sinyalnya. Kerugiannya lagi, rangkaian penerima sinyal balance lebih rumit.

Rangkaian penerima sinyal balance yang paling sederhana adalah sebagai berikut.

 basic_balance_input

R1 harus sama dengan R3 dan R2 harus sama dengan R4, jika tidak akan terjadi ketidakseimbangan. Resistor yang digunakan harus presisi, minimal 1%. Kadang-kadang R4 diganti dengan trimpot agar bisa diatur sehingga rangkaian benar-benar seimbang. Caranya dengan menghubungkan sinyal IN- dan IN+ lalu diberi sinyal. Rangkaian seimbang jika pada keluarannya tidak ada sinyal.

Rangkaian praktis penerima sinyal balance dengan satu op-amp ada di bawah ini.

 ptactical_balance_input_1_op-amp

Implementasi rangkaian penerima sinyal balance bermacam-macam. Umumnya memakai op-amp, namun ada juga yang memakai trafo. Dengan memakai trafo, rangkaian jadi sederhana dan CMRR sangat tinggi. Namun sulit untuk membuat trafo audio berkualitas tinggi.

Rangkaian output balance yang paling sederhana seperti ini.

 output_banlance_1_op-amp

Namun rangkaian tersebut bukan balance yang sebenarnya. Contoh rangkaian ouput balance yang sebenarnya ada di bawah ini.

output_banlance_2_op-amp

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Februari 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

2 responses to “Balance Interkoneksi

  1. Sinung Haritoto

    5 Juli 2014 at 10:55

    Mas BiMo, saya sangat terkesan dengan blog ini mohon pencerahan mengapa Blazer rakitan saya yang juga menggunakan Parametric Tone Control sudah tidak ada hum tapi timbul ngeter frekuensi tinggi, terima kasih sebelumnya.

     
    • anistardi

      5 Juli 2014 at 23:49

      Coba dilepas dulu Parametric Equalizer nya, Hidupkan hanya amplifier saja. Lalu atur volumenya agar suaranya pelan. Jika yang dimaksud ngeter itu suara frekuensi tingginya cacat, dan pada volume kecil juga masih cacat, maka ada dua kemungkinan. Pertama, terjadi osilasi pada frekuensi yang sangat tinggi (di luar frekuensi audio) sehingga menimbulkan intermodulasi di frekuensi tinggi. Kemungkinan kedua, memang cacat hamonik atau THD pada frekuensi tingginya besar.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: