RSS

Power Supply Untuk Audio Amplifier (Bagian 1)

27 Jan

Pada umumnya audio amplifier memakai power supply linier yaitu memakai penurun tegangan berupa trafo kemudian disearahkan dengan dioda dan diratakan dengan kapasitor. Namun sekarang ini sudah mulai banyak yang memakai jenis switching pada frekuensi tinggi. Keuntungan power supply switching adalah efisiensinya yang tinggi dan jauh lebih ringan beratnya. Namun kerugiannya adalah noise pada frekuensi tinggi kecuali memakai part-part yang berkualitas tinggi. Namun kali ini saya hanya membahas power supply linier saja.

Seringkali pemula bertanya-tanya berapa nilai kapasitor yang cukup untuk digunakan pada audio amplifier. Tapi sebelum menjawab pertanyaan itu, akan dibahas masalah yang jarang disinggung dalam pembahasan power supply, yaitu masalah osilasi yang terjadi pada trafo tersebut ketika dibebani. Gambar simulasi untuk power supply ada di bawah ini.

 powersupply

Tegangan di bawah ini di ambil pada trafo saat tidak memakai rangkaian snubber. Terlihat ada osilasi.

 no snubber no zoom

Kemudian pada daerah osilasi tersebut kita zoom sehingga terlihat seperti ini.

 no snubber

Jika dipasang R3 dengan nilai 470 dan C3 dengan nilai 3900pF, osilasi tersebut berkurang seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

 snubber rc

Setelah itu kita ganti R3 dengan nilai 100 dan C3 dengan nilai 68nF dan kita pasang C4 dengan nilai 10nF, osilasinya menjadi makin kecil seperti gambar di bawah ini.

 snubber crc

Nilai R3, C3, dan C4 tergantung dari besarnya induktansi trafo (L1) dan kapasitansi trafo (C2). Namun baik L1 dan C2 pada tiap-tiap trafo berbeda-beda sehingga banyak perancang yang melakukan pendekatan praktis dengan memakai C4 dengan nilai 100nF. Kemudian R3 dan C3 dipasang paralel dengan R2 yang nilainya masing-masing adalah 1 Ohm dan 100nF. Tanpa snubber, audio amplifier akan terinterferensi oleh osilasi yang terjadi pada trafo karena impedansi power supply yang agak tinggi di frekuensi tinggi dan Power Supply Ratio Rejection (PSRR) pada amplifier yang rendah pada frekuensi tinggi.

Jika dioda 1N4004 diganti dengan jenis fast reverse recovery time seperti MUR460 maka osilasi akan hilang tanpa adanya rangkaian snubber. Namun harga dioda jenis fast reverse recovery time jauh lebih mahal daripada dioda silicon biasa ditambah dengan rangkaian snubber.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: , ,

One response to “Power Supply Untuk Audio Amplifier (Bagian 1)

  1. Andika

    25 Mei 2015 at 13:29

    kalau misalnya kita punya 2 buah kit power stereo dengan volt dan watt berbeda, apa bisa di suply dengan satu travo saja mas?

    Anggaplah (cuma perumpamaan) kita punya sebuah travo 12 – 18 – CT. sebuah kit di suply dengan 12vCT dan satunya lagi 18vCT. apa travo akan terkuras atau bagaimana.

    Yah mana tau perumpamaan ini bisa menjadi referensi untuk pemula sekaligus bisa mengirit biaya dan tempat🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: