RSS

Rancangan Praktis Amplifier Dengan Lin Topologi

22 Jan

Setelah pembahasan dasar-dasar perancangan amplifier dengan Lin topologi, sekarang mari kita coba merancang amplifier tersebut agar bisa diterapkan ke barang jadi. Rancangannya ada di bawah ini.

Linn topologi

Q13 dan Q14 adalah sumber arus yang menggerakkan LTP yaitu sebesar 3.5mA. Sedangkan Q12 dan Q15 sebagai sumber arus yang menggerakkan VAS sebesar 7.6mA. Dioda zener D2 dipakai agar sumber arus lebih stabil dan lebih rendah noisenya.

Q8, Q9, dan Q10 adalah cermin arus sebagai beban LTP. Cermin arus ini disebut emitter follower augmented (EFA) mirror, penyempurnaan dari cermin arus biasa. VAS dibentuk dari Q11 dan Q3 sebagai konfigurasi darlington agar cacat yang dihasilkannya lebih rendah. Sedangkan Q16 adalah VBE multiplier atau pengali tegangan basis-emitor. VBE nilainya sekitar 0,6V dan faktor pengali adalah perbandingan antara R30 dan R31. Gunanya VBE multiplier untuk memberikan arus bias pada transistor output yaitu pasangan Q4, Q5 dan Q6, Q7. Q16 harus dipasang pada pendingin yang sama dengan pendingin untuk Q5 dan Q7. Tujuannya agar arus bias transistor output stabil terhadap suhu. R32 untuk meningkatkan stabilitas VBE multiplier.

C11 dan C12 digunakan agar transistor output tidak mudah berosilasi. Sedangkan C1 agar perubahan kondisi hidup dan mati pada transistor output karena dikonfigurasikan sebagai push-pull bisa lebih cepat. C6, C9, D1, D3, R22, dan R34 sebagai filter agar bagian input tidak terlalu terganggu dengan naik turunnya tegangan catu daya.

R11 dan C2 sebagai filter frekuensi radio. R12 untuk menghubungkan ground yang “bersih” ke ground yang “kotor”. Selebihnya sama dengan penjelasan terdahulu.

Tingkat kestabilan amplifier ini ditunjukkan oleh grafik “Tian Probe” di bawah ini.

 tian probe

Dari sana terlihat Phase Margin sebesar 68 derajat dan Gain Margin sebesar 16 dB. Jadi amplifier ini stabil.

Lebar jalur frekuensinya adalah 1.70125 MHz. Respon frekuensi loop tertutupnya terlihat pada gambar di bawah ini.

 close loop

Distorsi pada frekuensi 1 kHz 38Watt/8Ohm adalah 0.000119%. Gambar spektrum frekuensinya ada di bawah ini.

 FFT 1kHz

Distorsi pada frekuensi 20 kHz 38Watt/8Ohm adalah 0.004077%.

Intermodulation distortion (IMD) atau cacat intermodulasi diukur dengan memberikan sinyal 19 kHz dan 20 kHz dengan amplitudo 1:1. Hasil spektrum frekuensinya ada di bawah ini.

 ccif

Cacat saat clipping pada frekuensi 20kHz tidak begitu baik. Pada clipping sinyal positif pemotongannya tidak mulus. Ini terjadi pada semua topologi Lin kecuali VAS nya memakai Hawksford cascode atau ditambahkan Baker clamping. Gambarnya ada di bawah ini.

20khz clip

Impedansi keluaran sebesar 0.00144 Ohm pada frekuensi 100Hz. Jika dibebani dengan speaker 8 Ohm maka Damping Factor sama dengan 5555. Gambar impedansi keluaran versus frekuensi ada di bawah ini.

out impd

Slew rate positif sebesar 67V/us dan slew rate negatif sebsar -14V/us.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Januari 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: