RSS

Double Blind Test

05 Jan

Telinga kita dapat untuk membandingkan suara dengan cukup akurat. Namun seringkali penilaian kita terpengaruh dengan visualisasi yang tampak oleh mata kita. Pengaruh mata cukup signifikan dalam penilaian kita dan mempengaruhi kondisi psikologi kita. Contohnya: orang yang cakep selalu kita sangka orang baik, sedangkan orang jelek kita sangka orang jahat. Orang berpakaian rapi dan resmi kita sangka orang kantoran, orang berpakaian ngga rapi dan kasual kita sangka preman atau pekerja non formal. Dan sebagainya. Untuk menghilangkan pengaruh psikologi dalam membandingkan suara pada dua buah sound system dipakai cara double blind test.

Double blind test adalah cara membandingkan dua sound system dengan saklar (switch) untuk memilih sumber suara. Misalkan kita sebut salah satu sound system dengan A dan yang lainnya adalah B. Saklar pemilih sumber suara terdapat 3 tombol/selector yaitu A, B, dan X. X ini adalah untuk memilih secara random antara A dan B, sehingga pemilih tidak dapat menebak dengan pasti apakah itu A atau B. Biasanya saklar untuk double blind test dikendalikan oleh microcontroller atau komputer.

Cara testnya sebagai berikut:

Pendengar boleh memilih tombol A dan B kapan saja dan seberapa lamanya. Kemudian ketika dia memilih tombol X dia harus menulis X itu sama dengan A atau B. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan data microcontroller atau komputer yang mencatat ketika tombol X ditekan itu tersambung ke A atau B. Jika tebakannya benar lebih dari 50% artinya pendengar bisa membedakan suara A dan B.

Level suara A dan B harus dikalibrasi agar keduanya memiliki loudness yang sama (suaranya sama kencang/keras).

Umumnya test ini dihindari oleh banyak orang yang mengaku audiophile (pengemar audio). Karena banyak dari mereka yang gagal membedakan sound system yang mereka anggap lebih baik (lebih mahal) dengan sound system lainnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda berani menghadapi test ini atau Anda audiophile yang “abal-abal”?

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Januari 2014 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

3 responses to “Double Blind Test

  1. Latif S

    8 April 2016 at 16:49

    Saya pernah coba pak,
    ada 1 lagu flac lalu saya convert ke mp3 320,
    lalu saya gunakan ABX test utility di foobar,
    menggunakan Audio Technica ATH-IM03 (harga kisaran 5jtan) hanya menggunakan Laptop,
    dan ternyata saya kewalahan membedakan Flac dan mp3, hahaha
    apakah yg salah, kuping saya, setup saya, cara pengujiannya, atau filenya

     
    • anistardi

      8 April 2016 at 16:51

      Perlu latihan untuk membedakan perbedaan yang sangat kecil.

       
      • Latif S

        8 April 2016 at 17:02

        wah saya harus belajar mendengerkan dulu brati, hehe

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: