RSS

Transistor Tester Dengan Arduino

13 Des

Kebetulan saya punya board Arduino nganggur. Iseng-iseng saya bikin transistor tester untuk mengukur hFE dan VBE. Tidak terlalu presisi tapi cukup untuk mengetahui transistor masih bagus atau tidak, juga bisa untuk hFE matching. Matching transistor ini bisa cukup presisi karena semua transistor diukur dalam kondisi yang sama.

Gambar rangkaiannya ada di bawah ini:

transistor tester ver2.sch

Colector dan Emitor dihubungkan ke output digital arduino. Kalau transistor jenis NPN colector High dan emitor Low, sebaliknya jika transistor PNP. Kemudian tegangan basis diatur dengan output PWM yang difilter orde satu agar didapatkan tegangan DC, kemudian di buffer dengan op-amp. Menurut datasheet dari Atmel, setiap output digital maksimum bisa mengeluarkan (source) atau membenamkan (sink) arus sebesar 40mA. Jadi usahakan arus colector tidak melebihi 40mA.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut:

1. Untuk transistor NPN

– Colector = HIGH (tidak bisa 5V tapi sekitar 4,6 – 4,8V, untuk lebih jelasnya baca datasheet microcontroller nya)

– Emitor = LOW (tidak bisa 0V tapi sekitar 0,2V, untuk jelasnya baca datasheet microcontroller nya)

– Output PWM dimulai dari duty – cycle 0 lalu dinaikkan sampai tegangan pada R3 sesuai dengan yang kita inginkan.

2. Untuk transistor PNP

– Colector = LOW (tidak bisa 0V tapi sekitar 0,2V, untuk jelasnya baca datasheet microcontroller nya)

– Emitor = HIGH (tidak bisa 5V tapi sekitar 4,6 – 4,8V, untuk lebih jelasnya baca datasheet microcontroller nya)

– Output PWM dimulai dari duty – cycle 255 lalu diturunkan sampai tegangan pada R3 sesuai dengan yang kita inginkan.

Pembacaan ADC dilakukan beberapa kali kemudian dicari rata-ratanya. Contohnya sudah ada di IDE ardunio pada sketch Smoothing. Pada program saya pengukuran dilakukan sebanyak 256x. Ini untuk menghindari pengukuran yang salah karena adanya noise.

Kemudian kita cari besarnya arus colector yaitu perbedaan tegangan R3 dibagi nilai R3. Arus basis besarnya sama dengan perbedaan tegangan R2 dibagi dengan nilai R2. Baik arus colector dan basis tipe datanya harus double.

hFE = arus colector dibagi arus basis

VBE = tegangan pada basis (NPN) atau 5V-tegangan pada basis (PNP)

Program bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi kurva tracer. Sedangkan rangkaian untuk pengukurannya bisa juga dikembangkan agar pengukurannya lebih presisi dengan memakai relay untuk memilih tegangan 5V atau 0V pada colector dan emitor. Kemudian tegangan pada kedua ujung resistor R2 dan R3 diberi buffer pakai op-amp presisi dengan input JFET sehingga arus yang masuk ke input op-amp bisa diabaikan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Desember 2013 in Arduino, Uncategorized

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: