RSS

Sinyal Generator Sederhana

09 Des

Saya menemukan artikel di internet tentang sinyal generator murah. Lalu saya mencobanya. Cicuit ini didisain oleh Jim Tregellas pada Februari 2008. Gambarnya ada di bawah ini:

signal generator.sch

Ini adalah Wein Bridge osilator. SL1 adalah saklar putar 3 induk 4 anak, tapi yang dipakai 2 induk. Kedua induknya dihubungkan ke ground (kaki 1 dan kaki 2 connector). Kaki 3 dan 7, 4 dan 8, 5 dan 9, 6 dan 10 pada posisi anak yang sama. LDR (R11) dipilih yang penampangnya besar. LDR dan LED putih (LED1) dimasukkan dalam tabung kecil yang tidak tembus cahaya. Contohnya paralon diameter kecil yang ditutup selotip. Ujung LED putih diarahkan ke penampang LDR. Tabung paralon bisa diganti heatshrink tube (selongsong kabel warna hitam yang jika dipanaskan akan mengkerut). Kedua ujungnya dipanaskan.

Saklar togle U$1 untuk memilih sinyal sinus atau kotak di connector SL4. PAD3 dihubungkan ke PAD4 dan PAD1 dihubungkan ke PAD2. Connector SL3 bisa dihubungkan ke frequency counter untuk mengetahui frekuensi sinyal. Potensiometer R4 untuk mengatur frekuensi bersama-sama dengan saklar putar. Sedangkan potensiometer R15 digunakan untuk mengatur besarnya tegangan sinyal pada connector SL4.

Rangkaian ini membutuhkan trafo 9V AC 50mA (pakai 200mA yang umum di pasaran). Trafo 9V dihubungkan ke SL5.

Cara setting sinyal generator ini sangat sederhana tapi memerlukan osiloskop. Atur trimpot R26 agar tegangan puncak ke puncak sinyal sinus dan sinyal kotak di SL4 sama besarnya.

Spesifikasi:

– kurang lebih 6 – 100kHz

– 4Vpp

– 600 Ohm impedansi keluaran

– distorsi sinyal sinus kurang dari 0,02%

– rise dan fall time sinyal kotak kuarng dari 1uS

– overshoot dan ringging sinyal kotak kurang dari 1%

Meskipun software sinyal generator baik untuk komputer maupun smartphone sudah umum dan kualitas sinyal sinusnya sangat baik, namun software tersebut tidak bisa menghasilkan sinyal kotak yang baik. Karena keluaran dari sound card sudah melalui low pass filter 22kHz. Sinyal kotak diperlukan untuk mengetahui kestabilan sebuah amplifier dan slew rate nya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Desember 2013 in Audio, Uncategorized

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: