RSS

Ukur! Ukur! Ukur!

17 Mei

Dalam proses membuat suatu produk elektronik termasuk di bidang audio, penting sekali untuk melakukan pengukuran dari hasil disain tersebut. Walaupun produk tersebut berfungsi dengan baik, tapi tanpa melakukan pengukuran penilaian “berfungsi dengan baik” adalah subyektif. Seorang engineer bukanlah seorang artis yang menilai hasil karyanya dengan perasaan. Seorang engineer sudah seharusnya mengukur hasil karyanya dengan alat ukur.

Mengukur suatu hasil disain juga membantu seorang engineer untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang dibuatnya. Sehingga dia bisa melakukan optimalisasi disain tersebut.

Namun masih banyak engineer atau orang yang mengaku engineer menilai hasil karyanya dengan perasaan terutama di bidang audio. Istilah populernya “design by ear” atau merancang dengan menggunakan telinga sebagai alat ukur. Engineer semacam ini lebih cocok berprofesi sebagai koki. Karena saat membuat hasil karyanya, mereka hanya menggunakan inderanya sebagai ukuran. Kurang asin, tambah garam. Kurang manis, tambah gula.

Pernahkah kita melihat spesifikasi produk audio tertulis: “Suaranya bening” atau “Bersuara melow” atau “Bassnya gesit” atau “Suaranya warm”, dan sebagainya? Tentu saja tidak. Istilah-istilah itu hanya diceritakan oleh bagian marketing saja.

Tapi apakah spesifikasi teknis yang tertulis semua produk audio bisa dipercaya? Sayangnya juga tidak! Saya sedang memodifikasi speaker dari produk lokal yang terkenal. Di sana tercantum frekuensi respon 30Hz  – 20 kHz dengan toleransi 3 dB. Tapi setelah saya ukur, respon frekuensinya dari 65 Hz sampai 12 kHz. Itupun ada “peak” atau simpangan yang melebih 3 dB di frekuensi sekitar 5 kHz.

Lebih parah lagi produk audio “high end” yang harganya berkisar antara jutaan sampai ratusan juta rupiah. Seperti yang diceritakan di nwavguy.blogspot.com. Orang-orang kaya umumnya suka membeli barang mahal walaupun kadang-kadang kurang mengerti fungsinya. Orang-orang seperti ini merupakan sasaran empuk perusahaan yang tidak bermoral. Dari ini banyak tercipta mitos-mitos dalam dunia audio agar perusahaan yang tidak bermoral tersebut tetap mendapatkan untung

Sebagai engineer kewajiban kita untuk menuliskan hal jujur tentang spesifikasi produk yang kita buat dengan melakukan pengukuran. Hak calon konsumen untuk suka atau tidak suka hasil disain kita sehingga mereka memutuskan untuk membeli atau tidak membeli.

Depok, 17 Mei 2013

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Mei 2013 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

One response to “Ukur! Ukur! Ukur!

  1. AbuIrsyad

    17 Mei 2013 at 02:17

    bukan ane loh marketingnya.. WAKAKAKKAKAKAK😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: