RSS

Gain Clone LM1875

16 Mei

Penasaran dengan performa gain clone, saya membuat prototype amplifier dengan LM1875. Secara umum, schematic diagramnya mengikuti datasheet dari pembuatnya. Karena komponen yang dibutuhkan sangat sedikit, maka dengan mudah dibuat dengan memakai PCB “matriks” / “bolong-bolong” atau veroboard.

Sedapat mungkin mengaplikasikan “star ground”, jika tidak akan terjadi dengung dan peningkatan cacat atau distorsi. Kebetulan ada pendingin kecil yang nganggur. Jangan lupa memberikan isolasi antara LM1875 dengan pendingin, jika memakai LM1875 yang tidak terisolasi. Hasilnya bisa dilihat pada foto di bawah ini.

Image

Image

Secara subyektif, ini adalah amplifier IC yang terbaik yang pernah saya dengar. Namun masih kalah dengan amplifier transistor yang pernah saya buat.

Keunggulan amplifier dengan memakai IC LM1875:

  1. Mudah dibuat karena memakai sedikit komponen.
  2. Kualitasnya di atas rata-rata amplifier yang memakai IC.
  3. Cocok untuk speaker aktif.
  4. Cocok untuk pemula yang ingin membuat amplifier pertama kali.

Kekurangan amplifier dengan memakai IC LM1875:

  1. Sulit menandingi kualitas amplifier transistor yang di disain dengan baik.
  2. Dayanya kecil, maksimal 25 Watt.
  3. Tidak cocok untuk speaker berimpedansi kurang dari 8 Ohm.

Depok, 17 Mei 2013

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2013 in Audio, Uncategorized

 

Tag: , ,

15 responses to “Gain Clone LM1875

  1. MrP

    25 Januari 2014 at 04:27

    Saya suka dengan karakter LM1875T, amplifier transistor apa yang pernah agan buat yang lebih baik dari LM1875T ? Mohon infonya ya gan, saya sangat tertarik untuk membuatnya. Trims..

     
    • anistardi

      25 Januari 2014 at 06:13

      Pertama kalah dengan amplifier dengan topologi Linn yang saya buat sekitar 13 tahun yang lalu. Amplifier ini adalah LTP simetri seperti disain dari Prof. Leach. Kemudian VAS menggunakan folded cascode dan ouput memakai triple emitor follower. Dulu saya sempat mengukur spesifikasi amplifier ini yang pada saat itu hasil pengukurannya melebihi amplifier komersial pada umumnya. Kemudian saya buat amplifier VSSA yang artikelnya dapat dibaca di sini. Amplifier VSSA ini memiliki keunggulan pada slewrate walaupun cacatnya sedikit lebih besar daripada amplifier transistor saya sebelumnya. Kalau dari subyektif pendengaran, VSSA menang di mid dan high.

       
      • MrP

        25 Januari 2014 at 07:19

        Terima kasih atas infonya gan, langsung ke tkp.

         
  2. Nur

    6 September 2014 at 14:37

    Manteb bro..! teruslah berkarya

     
  3. kf

    20 Januari 2015 at 11:20

    Saat ini saya menggunakan LM 1875, dua buah untuk mengangkat speaker 6.5 Inch dan dua buah tweeter masing2 8 Ohm, dan dua buah LM 1875 lagi saya parallel untuk mengangkat subwoofer 12 inch 4 OHM, dan saya beri tegangan simtris DC +8 Volt —- CT (0V) —- – 8 Volt, hasilnya sangat mengagumkan, bersih, bahkan ketika tidak ada sinyal input telinga ditempelkan ke woofer, speaker 6 Inch ataupun tweeter sama sekali tidak ada terdengar apapun.

    Bahkan temen saya yang biasa bikin sound terkaget2 mengira bahwa ampli saya belum hidup.

    Saya tidak menggunakan tone kontrol hanya Volume saja.

    Hanya sedikit ganjalan yaitu pada frekunsi 800 hz sd 3 khz THD sebesar 1% lebih, pada frekuensi 5 khz keatas THD mendekati nol yaitu 0.0003%.

    Saya mengukur THD pada output speaker menggunakan MIC USB dan software spectrum analyzer bukan pada output listrik power. Jadi betul2 THD keseluruhan system.

     
    • anistardi

      20 Januari 2015 at 11:54

      Coba pastikan sinyalnya tidak clipping. Kalau paralelnya pada output diberi resistor, mungkin damping faktornya berpengaruh.
      Coba bikin Perkutut amplifier buat subwoofernya🙂

       
      • kf

        20 Januari 2015 at 13:54

        Terus terang saya mempunya keterbatasan dalam membuat PCB, dengan LM 1875 saya bisa membuat PCBnya dengan amat sederhana 4 x sekaligus dan menggunakan single point ground, untuk resistor paralelnya saya menggunakan 0.5 Ohm pak. Dan tegangan hanya 8 Volt membuat IC hangat2 saja walaupun hanya menggunakan pendingin seng tipis tanpa sirip. Saya kira tidak ada cliping, karena output yang terbaca pada komputer masih menunjukkan pada level tegangan dibawah tegangan railnya pak.

         
      • kf

        20 Januari 2015 at 13:57

        Saya menggunakan aplikasi PAINT BRUSH bawaan word untuk bikin PCBnya pak, lama memang, tapi hanya itu saat ini yang bisa saya lakukan, apa bapak berminat menilai design PCB saya mungkin ada kekurangan di groundingnya ataupun tata letak. ????

         
  4. kf

    20 Januari 2015 at 11:25

    Gainclone LM 1875 hasilnya jauh lebih jernih daripada ketika saya menggunakan STK 401-120 dan power class A yang ada di pasaran, THD keseluruhan system mencapai 17% pernah juga mencapai 4%.

    Yang menjadi pertanyaan saya, kira2 THD 1% pada LM 1875 yang saya ukur pada output speaker disebabkan oleh apa pak ? apakah oleh speaker ataukah oleh LM 1875, apakah kalau saya ganti speaker yang lebih mahal (lebih baik) THD akan berkurang, saat ini saya menggunakan speaker ACR yang harganya sekitar 45rb, dan untuk speaker SUB saya menggunakan kenwood 12 Inch 4 Ohm.

    Trima-kasih sebelumnya, semoga pengalaman dan pengetahuan pak Anistardi bisa membantu saya untuk memperkecil THD sound saya.

     
    • anistardi

      20 Januari 2015 at 11:49

      Saya belum mempelajari THD speaker. Coba amplifiernya diberi beban resistor 8,2 ohm yg dayanya lebih besar daripada daya amplifier, lalu ukur THD nya.

       
  5. kf

    20 Januari 2015 at 13:50

    Sayang sekali saya belum bisa melakukan hal tersebut pak, karena saya belum punya soundcard yang bagus untuk mengukur THD amplifier, kalo pake soundcard yang murah2 yang tidak jelas speknya saya takut salah. dan saya saat ini menggunakan microphone USB yang bisa diandalkan kualitas dan akurasinya. hanya saja yang diukur malah keseluruhan sistem tidak bisa per bagian / blok

     
  6. kf

    20 Januari 2015 at 15:30

    Pak Anis, sebetulnya saya tertarik dengan rancangan sampeyan yang harga 500rb itu, tetapi saya ingin 1 PCb dengan yang buat suara 100hz ke atas dan dengan tegangan simetris maksimal +10V dan -10V, soalnya setelah saya ukur pada speaker dengan tegangan 5 Vpp aja bassnya sudah sangat besar bisa mengganggu tetangga, mungkin karna impedance speaker yang hanya 4 Ohm

     
  7. roy

    28 Januari 2015 at 20:08

    selamat malem mas Anistardi, salam jumpa di blog anda. Ohya, bolehkah saya minta layout ampli perkututnya? saya penasaran ingin mencoba….. Terima kasih sebelumnya…..

     
    • anistardi

      28 Januari 2015 at 20:18

      Layout amplifier perkutut ada di artikel yg judulnya “Perkutut Amplifier”. Untuk pembuatan PCB dgn toner transfer silakan hubungi member solfegio yg sudah mencobanya, siapa tahu dia mau.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: