RSS

Kuping Emas, Berkah Atau Kutukan?

28 Apr

Tidak semua orang memiliki telinga yang sama. Bukan hanya bentuknya, tapi kualitas dengarnya. Telinga manusia normalnya mampu mendengar nada dari 20 Hz sampai 20 kHz. Namun semakin tua kualitas telinga manusia menurun seiring menurunnya kualitas tubuh yang lain. Jika orang mulai menua kemampuan untuk mendengar nada-nada tinggi menurun.

Dalam dunia audio, ada dua tipe manusia unggulan jika dilihat dari kualitas telinganya. Yang pertama musisi dan yang kedua audio engineer. Tipe musisi dengan mudah dia bisa membedakan nada dasar. Jika nada C bergeser sedikit saja nadanya, orang tipe ini mudah sekali mengenalinya. Dibilang nadanya fals. Berbeda dengan tipe audio engineer. Orang tipe ini mudah mengenali nada-nada harmonik yang menyebabkan setiap suara berbeda “warnanya”. Audio engineer sangat sensitif membedakan keras dan lemahnya suara (levelnya). Ada pula orang-orang tertentu yang memiliki telinga super. Mereka masuk golongan musisi dan audio engineer.

Lalu seberapa hebat telinga Anda? Masuk golongan musisi atau audio engineer? Atau bahkan tidak dua-duanya? Jika Anda sehari-hari puas mendengarkan musik dari speaker HP (handphone) padahal Anda mampu beli speaker yang mahal, maka dipastikan Anda bukanlah tipe audio engineer. Jangan sekali-sekali melamar jadi audio engineer! Bisa hancur bisnis rekaman.

Tipe audio engineer inilah yang mampu membuat rekaman musik kualitas tinggi. Mereka tidak terpuaskan dengan tehnologi audio yang sekarang ada. Seberapa mahalnya pun sound system sampai semilyar rupiah tidak akan memuaskan. Tehnologi belum mampu mereproduksi suara persis dengan aslinya. Karena yang berperan tidak hanya alat perekam dan alat pemutar suara saja, tapi akustik ruangan dan  kelembaban udara juga mempengaruhi suara. Dalam dunia audio, mereka inilah yang disebut memiliki “kuping emas”.

Memiliki kuping emas adalah suatu bakat. Namun jika tidak dilatih kemampuan ini tidak akan berkembang. Untuk orang awam awalnya mereka membeli speaker multimedia untuk laptop atau komputernya, atau membeli mini compo, home theatre  yang murah untuk menikmati musik. Orang yang bertelinga emas dan pernah mendengarkan suara musik akustik secara langsung (bukan rekaman) tentu saja tidak akan puas dengan apa yang dia miliki. Kemudian mereka akan mencoba sound system yang lebih mahal. Speaker pasif bookself atau floor standing, atau home theatre dengan receiver dan speaker yang mahal. Mereka mulai membandingkan kualitas amplifier dan pre-amplifier dari IC (gain clone), transistor, dan tabung. Mereka juga memilih-milih sumber suara yang bagus seperti file flac (file audio yang dikompres yang jika diekstrak akan kembali seperti aslinya, tidak seperti file mp3) atau semacamnya, super audio cd (SACD dari sony), DVD audio (DVD-A). Mereka bisa menilai rekaman mana yang bagus mana yang tidak.

Dianugerahi telinga emas adalah suatu berkah. Tentu Allah S.W.T. tidak akan menganugerahi kita sesuatu tanpa tujuan. Mungkin dengan telinga emas Anda diminta untuk menjadi orang kaya atau ada tujuan lain yang Anda belum mengetahuinya.

Depok, 28 April 2013

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 28 April 2013 in Audio, Uncategorized

 

Tag: ,

2 responses to “Kuping Emas, Berkah Atau Kutukan?

  1. suriyanto

    10 November 2015 at 12:02

    salam kenal dari sya Pak Anistardi.mau nanya’ nih,apakah seorang perakit audio itu harus mempunyai jiwa audio engnieer Pak,apa kira” kelebian seorang perakit didasari dari seorang audio engineer pak?, trima kasih pak.

     
    • anistardi

      10 November 2015 at 13:43

      Perakit sound system sudah seharusnya memiliki telinga yang terlatih. Karena pada akhirnya indera telinga yang ingin dipuaskan. Alat ukur tetap diperlukan sebagai alat bantu.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: