RSS

Memilih Microcontroller

27 Mei

Pertama kali saya memakai microcontroller 8031 buatan Intel, yaitu salah satu keluarga microcontroller 8051 yang paling terkenal sampai sekarang. Microcontroller ini banyak sekali variannya. Waktu itu di Indonesia masih jarang toko yang menjual microcontroller. Kemudian dengan adanya microcontroller keluarga 8051 buatan Atmel yang memiliki Flash (memori untuk menyimpan code program), seperti AT89C51, AT89C2051, dan lainnya, maka saya memakai microcontroller ini. Suatu saat saya terpaksa memakai microcontroller AVR buatan Atmel dan PIC buatan Microchip. Jadi sampai sekarang saya hanya menguasai ketiga jenis microcontroller tersebut.

Untuk mempelajari microcrontroller, tentu kita harus memilih microcontroller mana yang harus kita pakai. Padahal begitu banyak jenis microcontroller yang ada, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahannya. Kali ini saya akan mencoba memandu cara memilih microcontroller bagi pemula dengan sejumlah kriteria. Saya membatasi jenis microcontrollernya adalah microcontroller 8 bit, dan microntroller itu banyak tersedia di pasaran Indonesia. Maka untuk saat ini microcontroller yang menjadi pilihan adalah microcontroller keluarga 8051 buatan Atmel, AVR buatan Atmel, dan PIC buatan Microchip.

1. Banyaknya Fitur (feature)
Semakin banyak fitur yang diintegrasikan dalam microcontroller, semakin sederhana dan semakin sedikit komponen lain yang kita perlukan. Pertama harus ada Flash (memori tempat menyimpan program yang bisa dihapus secara elektrik). Kedua ada interrupt controller, timer/counter, UART, ADC, I2C controller, SPI controller, RAM, EEPROM, dan sebagainya. Dengan sebuah microcontroller, kita bisa belajar banyak hal.

Maka pilihan jatuh pada AVR dan PIC. Pada keluarga 8051 buatan Atmel tidak ada ADC dan I2C controller. Kalaupun ada harganya sangat mahal dibandingkan AVR dan PIC.

2. Banyaknya Software Pendukung Yang Gratis
Sebagai pemula tentu kita ingin belajar dengan biaya semurah mungkin. Maka kita mencari software-software pendukung seperti programmer, assembly compiler dan C compiler yang gratis. Pada keluarga 8051 hampir tidak ada yang gratis. Kalau gratis maka hampir dipastikan adalah bajakan. Sedangkan PIC, semuanya gratis kecuali C compilernya. Microchip menawarkan C compiler gratis selama 30 hari dengan besar code yang dihasilkan dibatasi. Ada juga SDCC sebuah C compiler open source untuk berbagaimacam microcontroller seperti keluarga 8051, PIC, microprocessor Z80, dan lain-lain.

Pilihan jatuh ke AVR. Semuanya gratis…tis.

3. Hardware programmer yang sederhana.
Sebagian besar keluarga 8051 buatan Atmel dan PIC memerlukan tegangan pemograman sekitar 12V selain tegangan 5V sebagai catu daya. Keluarga 8051 buatan Atmel yang memiliki huruf S, seperti AT89S51, AT89S52 hanya memerlukan hardware programmer yang sederhana seperti AVR, yaitu connector ke port paralel (buat printer jaman dulu) di komputer dan beberapa helai kabel.

Pilihan jatuh ke AVR.

4. Mudah Mempelajarinya.
Hal ini bisa sangat subyektif, karena sangat tergantung orangnya. Kalau pintar semua hal juga mudah untuk dipelajari. Namun saya akan berusaha obyektif berdasarkan pengalaman saya. Untuk bahasa assembly paling susah dipelajari adalah PIC. Walaupun PIC paling sedikit jumlah instruksinya, tapi pengalamatan memori yang tidak linier (dibagi-bagi/dipartisi dengan istilah bank) menyulitkan saat kita memerlukan data yang melebihi kapasitas satu bank memorinya. Sedangkan keluarga 8051 memiliki macam-macam jenis memori dengan cara pengalamatan yang berbeda. Misalnya memori yang hanya bisa diakses secara indirect, memori yang bisa dialamati perbit, memori internal dan external. Bagi pemula ini juga bisa menyulitkan.

Untuk pemakaian bahasa tingkat tinggi seperti C, hampir semuanya mudah.

Kembali pilihan jatuh ke AVR.

Kesimpulan
Bagi pemula, saya sarankan untuk memulainya dari belajar AVR. Kemudian jika sudah sukup mahir, maka sangat saya sarankan untuk mempelajari microcontroller yang lain. Sebab dalam sebuah disain, penentuan jenis microcontroller berbeda pertimbangannya. Yang paling utama adalah ketersediaan komponen, kedua harga, lalu kesederhanaan hardware. Kerumitan software biasanya merupakan pertimbangan terakhir. Kualitas software sepenuhnya berada dalam kendali kita sendiri karena kita yang membuatnya. Sedangkan kualitas komponen tergantung pihak yang membuatnya dan pastinya bukan kita.

Link:
1. Atmel
2. Microchip

@ Anistardi, 28 Mei 2009

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Mei 2009 in Uncategorized

 

2 responses to “Memilih Microcontroller

  1. kopenx

    29 Mei 2009 at 04:56

    Memang semua komponen pasti ada kelemahan dan kelebihannya yah…

     
    • anistardi

      29 Mei 2009 at 19:37

      Ya begitu dech… Untuk mendesain suatu alat yang harus kita pikirkan adalah mencapai spesifikasi yang telah kita tentukan dari awal. Untuk mencapai hal itu bisa dengan biaya yang banyak atau sedikit, dengan waktu yang cepat atau lambat. Di situlah seni dari disain. Bagaimana kita dapat mencapai target dengan biaya yang semurah-murahnya dalam waktu yang tersedia. Dengan komponen-komponen yang tersedia pasti tiap-tiap orang memiliki strategi masing-masing dalam menentukan komponen mana yang dipilihnya.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: