RSS

Belajar Microcontroller

21 Mei

Belajar Microcontroller

Banyak teman-teman saya, terutama lulusan STM ingin belajar tentang microcontroller. Mereka tidak tahu harus mulai darimana, dan memakai microcontroller apa. Umumnya mereka sudah memahami elektronika dasar dan mampu memperbaiki peralatan elektronik rumah tangga seperti televisi, VCD dan DVD player, sound system dan sebagainya. Mereka juga tidak buta dengan komputer dan bisa browsing internet.

Sesungguhnya banyak sekali website yang membahas tentang microcontroller ini. Tapi website-website itu jarang yang memakai bahasa Indonesia. Padahal kelemahan utama teman-teman saya itu mereka sedikit sekali menguasai bahasa Inggris. Saya menjadi tergerak untuk memberikan sedikit ilmu yang saya memiliki ini. Lebih baik lagi selain belajar dari sumber-sumber yang berbahasa Indonesia, mereka tergerak untuk belajar bahasa Inggris sehingga mampu mempelajari microcontroller ini dari sumber-sumber yang berbahasa Inggris yang jumlahnya banyak sekali itu.

Mulai Darimana?
Untuk dapat mempelajari microcontroller ini kita harus menguasai dasar-dasar elektronika terutama teknik digital. Selain itu kita juga harus mampu mengoperasikan komputer, terutama Windows XP karena sistem operasi itulah yang saya pakai dan selanjutnya saya menganggap semuanya memakai sistem operasi ini. Kemudian kita juga harus menguasai cara penggunaan bilangan biner dan bilangan hexadecimal, karena kedua bilangan ini sering dipakai pada pemograman microcontroller ini.

Apa Microcontroller itu?

Saya anggap semuanya sudah mengerti tentang komputer. Maka jika dibandingkan dengan komputer, microcontroller itu seperti processornya ditambah dengan beberapa komponen tambahan seperti pengendali masukan dan keluaran (I/O controller), timer atau counter, memori, pengendali interupsi, dan lainnya sehingga microcontroller ini bisa digunakan hampir tanpa komponen tambahan lagi. Istilahnya komputer dalam satu keping chip.
Namun ada beberapa perbedaan dalam cara kerja dengan komputer pada umumnya. Di komputer, data dan program bisa berada di memori yang sama secara fisik dan bisa diperlakukan dengan cara yang sama pula. Namun di microcontroller tidak. Program diletakkan di memori yang secara fisik berbeda dengan tempat data diproses dan cara pembacaannya berbeda. Pada dasarnya memori tempat program berada hanya bisa ditulis saat microcontroller tersebut hanya dapat difungsikan sebagai memori bagi alat lain. Biasanya dikatakan “microcontroller itu sedang diprogram”.
Namun beberapa microcontroller bisa menulis ke memori tempat program disimpan sehingga microcontroller tersebut bisa memperbaharui program aplikasinya sendiri.

Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan arsitektur antara processor komputer dan microcontroller. Processor komputer biasanya memakai arsitektur Von Neumman dan microcontroller memakai arsitektur Havard. Di antara microcontoller itu sendiri juga terdapat perbedaan arsitektur, yaitu CISC dan RISC. CISC menganut intruksi harus spesifik dan detail, sehingga jumlah instruksinya banyak. Namun kerugiannya satu instruksi dikerjakan dalam beberapa periode clock. Berbeda dengan RISC yang hanya mendukung instruksi yang penting-penting saja. Namun kerugiannya untuk melakukan tugas yang sama, kadang-kadang microcontroller RISC memerlukan jumlah instruksi yang lebih banyak. Contoh microcontroller CISC adalah microcontroler keluarga 8051, sedangkan RISC contohnya keluarga AVR buatan Atmel.

@ Anistardi, 21 Mei 2009

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Mei 2009 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

7 responses to “Belajar Microcontroller

  1. Loe

    28 Mei 2009 at 02:35

    he3x congrats yaw punya blog ndiri buat menuhin hasrat bagi2 ilmu ^_^
    btw, tutorialnya donk. kalo bisa Instruksinya dh ABC, parts listnya yg lengkap, compilernya (link2 free compilernya), sourcecodenya deh

     
    • anistardi

      28 Mei 2009 at 14:27

      sabar dunk…
      pelan-pelan bikinnya
      rencananya baru bulan depan membahas software-software yang diperlukan termasuk cara instalasinya…

       
  2. kopenx

    29 Mei 2009 at 04:56

    Langsung skematik rangkaian aplikasinya aja mas..

     
    • anistardi

      29 Mei 2009 at 19:29

      Yang sabar Kopenx. Mungkin Kopenx sudah menguasai dasar-dasarnya. Tapi beri kesempatan bagi yang baru mulai belajar dari nol. Orang sabar disayang Tuhan loch…

       
  3. Casper

    28 Juli 2009 at 07:07

    Selamat yaw…
    Moga aja aku bisa belajar micro controller dari mas Anis..
    tapi ko lama gak update yah..

     
  4. Julie

    7 Juni 2010 at 06:02

    Uisshhh..Anis ada blog sendiri rupanya..bagus2..dapat memperkasakan ilmu! Ilmu tentang Microcontroller lagi..hebat! Tak perlu Julie search mana web,terus aja ke blog Anis.. Biasanya seseorang itu bila create blognya sendiri pasti isinya berkisar tentang diri,hiburan atau bisnes..tp Anis untuk share ilmu/maklumat IT.. Wah! Bagus2.. Teruskan usahanya..!

     
    • anistardi

      9 Juni 2010 at 17:12

      Terimakasih Julie. Tapi sementara ini aku tidak bisa meneruskan penulisannya, karena sibuk di my companies union. Mungkin bulan Agustus bisa mulai lagi. Insya Allah.

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: